Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Kukuhkan Pengurus LAKAM Payakumbuh, Teguhkan Komitmen Lestarikan Budaya Minangkabau dalam Arus Globalisasi

Novitri Selvia • Selasa, 14 Oktober 2025 | 11:15 WIB

PERTAHANKAN IDENTITAS BUDAYA: Wakil Wali Kota Payakumbuh, Elzadaswarman, menyampaikan sambutan dalam pelantikan pengurus DPD Lembaga Advokasi Kebudayaan dan Adat Minangkabau (LAKAM) Kota Payakumbuh.
PERTAHANKAN IDENTITAS BUDAYA: Wakil Wali Kota Payakumbuh, Elzadaswarman, menyampaikan sambutan dalam pelantikan pengurus DPD Lembaga Advokasi Kebudayaan dan Adat Minangkabau (LAKAM) Kota Payakumbuh.

PADEK.JAWAPOS.COM-Di tengah kuatnya arus globalisasi yang terus mendesak batas-batas tradisi, Kota Payakumbuh mengambil langkah strategis untuk mempertahankan identitas budaya Minangkabau.

Langkah ini diwujudkan melalui pelantikan pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Lembaga Advokasi Kebudayaan dan Adat Minangkabau (LAKAM) Kota Payakumbuh yang berlangsung di Aula Galau Indah, Kantor Wali Kota Payakumbuh, beberapa waktu lalu.

Dalam acara yang sarat dengan simbol dan nilai adat tersebut, Ketua DPD LAKAM Kota Payakumbuh, Pahlefi Mazni Dt. Bandaro Nan Balidah, bersama jajaran pengurus dilantik langsung oleh Ketua DPP LAKAM Provinsi Sumatera Barat, Azwar Siri.

Prosesi pelantikan berlangsung khidmat, diiringi doa bersama serta petatah-petitih adat Minangkabau yang mengandung makna filosofis tentang persatuan dan keluhuran budaya.

Wakil Wali Kota Payakumbuh, Elzadaswarman, menekankan bahwa pendirian LAKAM bukan hanya sebagai simbol budaya, tetapi juga sebagai bentuk advokasi yang aktif terhadap pelestarian nilai adat di tengah tantangan zaman.

“Hadirnya LAKAM merupakan tantangan untuk mengembalikan citra Minangkabau seperti pepatah kita, sarak mangato, adat memakai. Karena di dalamnya terdapat unsur advokasi, edukasi, pembinaan, dan mediasi,” ungkap Elzadaswarman.

Ia menyoroti bahwa nilai-nilai adat Minangkabau yang mulai memudar perlu dibangkitkan kembali, salah satunya melalui semangat mambangkik batang tarandam atau membangkitkan yang telah tenggelam.

“Kami berharap dengan adanya LAKAM ini, semangat Minangkabau kembali bangkit. Kepada pengurus yang baru dilantik, jadilah contoh bagi organisasi lain. Tunjukkan bahwa LAKAM mampu menjaga marwah adat dan memperkuat prinsip adat basandi sarak, sarak basandi Kitabullah,” ujarnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Ketua DPP LAKAM Provinsi Sumatera Barat Azwar Siri, unsur Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, perwakilan Kerapatan Adat Nagari (KAN), serta Bundo Kanduang dari berbagai kecamatan di Payakumbuh.

Kehadiran para tokoh adat dan unsur pemerintah daerah menunjukkan adanya sinergi yang kuat dalam menjaga budaya lokal agar tidak tergerus oleh modernisasi yang terus berkembang.

Dalam konteks ini, LAKAM diposisikan sebagai garda terdepan dalam gerakan pelestarian budaya Minangkabau secara sistematis dan berkelanjutan.

“Adat itu tidak boleh hanya menjadi simbol atau seremoni. Ia harus hidup dalam perilaku, dalam tutur, dan dalam keseharian masyarakat kita,” tegas Elzadaswarman.

Melalui momentum ini, Pemerintah Kota Payakumbuh bersama masyarakat adat menegaskan kembali komitmen untuk menjadikan kota ini sebagai ruang hidup budaya Minangkabau yang berakar kuat, namun tetap adaptif menghadapi perubahan zaman. (rel)

Editor : Novitri Selvia
#Elzadaswarman #Budaya Minangkabau #LAKAM Kota Payakumbuh