PADEK.JAWAPOS.COM-Pemerintah Kota (Pemko) Payakumbuh mempercepat penataan ulang kawasan Blok Barat Pasar Payakumbuh dengan membangun lokasi relokasi bagi pedagang terdampak kebakaran.
Dua bulan pascakebakaran yang menghanguskan ratusan kios, pembangunan dua blok kios relokasi hampir rampung.
Langkah ini merupakan bagian dari strategi besar Pemko dalam menata kembali kawasan pasar sekaligus menjaga agar aktivitas ekonomi warga tetap berjalan.
“Pembangunan dua blok kios relokasi sudah hampir selesai. Setelah itu, kami akan melanjutkan pembangunan 135 kios tambahan, termasuk di kawasan belakang Pos Kota atau eks Terminal Sago Payakumbuh,” ujar Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Payakumbuh, Muslim, selaku Ketua Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Pemulihan dan Pembangunan Blok Barat, di Balai Kota Payakumbuh, Senin (20/10).
Muslim menjelaskan, relokasi bersifat sementara, namun dirancang agar cukup layak menampung seluruh pedagang yang terdampak, sehingga kegiatan jual beli tetap dapat berlangsung selama proses pembangunan kembali Blok Barat.
“Pemerintah menargetkan seluruh tahapan pembangunan selesai tepat waktu agar aktivitas ekonomi masyarakat bisa segera pulih,” katanya.
Sebagai tindak lanjut, Pemko membentuk Satgas khusus yang bertugas mengawal seluruh proses relokasi dan rekonstruksi. Satgas ini diharapkan dapat memastikan setiap tahapan pembangunan berjalan serentak, terarah, dan tidak tumpang tindih.
Dalam waktu dekat, Pemko juga akan memperkuat sistem keamanan pasar, termasuk peningkatan instalasi listrik dan sistem pencegahan kebakaran.
“Kita belajar dari peristiwa ini. Nantinya, seluruh kios akan dibangun dengan sistem keamanan dan tata kelola yang lebih baik,” tegas Muslim.
Sementara itu, terkait penyebab kebakaran, hasil penyelidikan resmi dari Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Riau dan Tim Inafis Polda Sumbar mengungkapkan bahwa sumber api berasal dari open flame atau nyala api terbuka.
“Dari hasil penyelidikan yang kami terima, kebakaran dipicu oleh adanya nyala api terbuka. Jadi, isu bahwa pasar ini sengaja dibakar tidak benar,” jelas Muslim.
Open flame merujuk pada api yang tidak tertutup, seperti nyala kompor, puntung rokok, atau percikan las yang menyambar bahan mudah terbakar. Menurut Muslim, risiko semacam ini umum terjadi di pasar tradisional akibat aktivitas memasak, perbaikan kios, atau kelalaian lainnya.
“Ke depan, kami akan memperketat pengawasan dan melarang penggunaan sumber api terbuka di area kios. Ini penting agar kejadian serupa tidak terulang,” imbuhnya.
Meski penyebab utama telah diidentifikasi, Satgas bersama kepolisian masih mendalami kronologi lengkap kejadian dan telah meminta keterangan tambahan dari sejumlah saksi.
Dengan relokasi sebagai langkah awal, Pemko berharap penataan ulang kawasan perdagangan Blok Barat dapat menjadi momentum membangun pasar yang lebih tertib, aman, dan tertata baik. (rid)
Editor : Novitri Selvia