PADEK.JAWAPOS.COM-Pemerintah Kota Payakumbuh melalui Dinas Koperasi dan UKM terus mendorong kebangkitan koperasi di setiap kelurahan.
Salah satu bentuk pembinaan terlihat pada Koperasi Merah Putih Kelurahan Kubugadang, Kecamatan Payakumbuh Barat, pada awal pekan ini.
Kabid Koperasi dan UKM Kota Payakumbuh, Ade Vianora, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya pembinaan langsung terhadap koperasi yang telah aktif menjalankan kegiatan ekonomi di masyarakat.
“Dalam hal ini, kami hadir di Koperasi Merah Putih Kelurahan Kubu Gadang dalam rangka pembinaan, karena kita ditargetkan oleh pemerintah pusat agar Koperasi Merah Putih bisa berjalan sebaik-baiknya,” ujarnya.
Menurut Ade Vianora, dari 47 koperasi yang ada di Kota Payakumbuh, pihaknya terus melakukan evaluasi terhadap koperasi-koperasi yang telah beroperasi.
“Kita melihat mana koperasi yang hari ini sudah bisa melaksanakan kegiatannya. Salah satunya adalah Koperasi Merah Putih di Kubu Gadang ini,” jelasnya.
Ia menilai koperasi tersebut telah memperlihatkan kemajuan yang signifikan. Selain memungut simpanan pokok dan simpanan wajib, koperasi ini juga telah melaksanakan kegiatan bazar serta menyalurkan sembako murah bagi masyarakat sekitar.
“Pokoknya, sudah banyak kegiatan yang dilakukan oleh Koperasi Merah Putih Kubu Gadang. Ini tentu menjadi contoh positif bagi koperasi lain di Payakumbuh,” tambah Ade Vianora.
Lebih lanjut, ia menyebut pihaknya ingin menjadikan koperasi aktif seperti di Kubu Gadang sebagai model pembelajaran bagi koperasi lain yang belum berjalan maksimal.
“Kita ingin menularkan ilmu dan pengalaman yang sudah dilaksanakan oleh kawan-kawan di Koperasi Merah Putih Kubu Gadang. Harapannya, koperasi lain juga tertarik untuk mengaktifkan kembali organisasinya,” ujarnya.
Hingga saat ini, seluruh 47 Koperasi Merah Putih di Payakumbuh telah memiliki badan hukum.
Dari jumlah tersebut, sekitar 35 koperasi telah mengurus Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), sementara sekitar 20 koperasi telah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB), dan sebagian lainnya telah membuka rekening operasional koperasi.
Namun, Adifianota mengakui bahwa masih ada sebagian koperasi yang belum aktif.
“Sekitar separuh koperasi saat ini masih stagnan. Ada yang menunggu pinjaman dari pusat dan ada pula yang masih menunggu arahan. Banyak alasan, tapi kita terus dorong agar mereka bisa bangkit dan beroperasi kembali,” ujarnya.
Melalui pembinaan ini, pemerintah berharap seluruh koperasi di Payakumbuh bisa mandiri, produktif, dan menjadi penggerak ekonomi masyarakat di tingkat kelurahan. (rid)
Editor : Novitri Selvia