Berlokasi di Jalan Pahlawan Nomor 69, Sawah Padang, Kota Payakumbuh, komunitas ini menjadi wadah berkumpulnya lansia, relawan, serta pemerhati kesehatan usia lanjut dari Payakumbuh dan daerah sekitarnya.
Founder Rumah Sehat Bainal, Afdal (39), mengatakan komunitas ini dibentuk untuk menjawab kebutuhan lansia akan ruang yang aman secara fisik dan mental, sekaligus memberi kesempatan tetap berkontribusi secara sosial.
“Tujuan kami menciptakan ruang agar lansia tetap merasa hidup, berguna, dan tidak terisolasi. Mereka adalah sumber pengalaman dan kebijaksanaan,” kata Afdal kepada Padang Ekspres, Sabtu (20/12/2025).
Menurutnya, lansia bukan kelompok pasif, melainkan individu yang masih memiliki peran penting jika difasilitasi dengan lingkungan yang tepat.
Ia menyebut lansia sebagai “senior” yang menjadi tempat belajar dan berbagi nilai kehidupan.
Selain aktivitas kebersamaan, Rumah Sehat Bainal juga terlibat dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan.
Komunitas ini menyalurkan bantuan bagi lansia dhuafa serta korban bencana banjir dan galodo di sejumlah wilayah Sumatera Barat.
“Selain berkumpul, kami ingin berdampak. Bantuan berupa bahan pokok dan pakaian kami salurkan dengan dukungan perantau Minang, khususnya di Jabodetabek,” ujar Afdal.
Salah satu inisiator Rumah Sehat Bainal, Tan Lin (67), mengatakan keberlangsungan kegiatan komunitas didukung oleh solidaritas perantau Minangkabau yang tergabung dalam ikatan keluarga di rantau.
“Pendanaan berasal dari perantau Minang, terutama di Jabodetabek. Dukungan ini menjadi kekuatan utama kami untuk terus bergerak,” kata Tan Lin.
Ia menambahkan, dukungan tersebut mencerminkan kuatnya nilai gotong royong masyarakat Minangkabau yang tetap terjaga meski terpisah jarak.
Dengan melibatkan relawan dan pemerhati kesehatan lansia, Rumah Sehat Bainal terus menghadirkan kegiatan yang aman, bermanfaat, dan bermakna.
Komunitas ini menjadi contoh bahwa masa lanjut usia dapat dijalani secara sehat, bermartabat, dan tetap peduli pada persoalan sosial di sekitarnya.(CR7)
Editor : Hendra Efison