Kondisi ini terlihat sejak pagi hingga siang hari, dengan jumlah pedagang dan pembeli yang terbatas, Senin (22/12/2025).
Pantauan Padang Ekspres menunjukkan banyak ruko dan los dagangan di pasar tersebut dalam kondisi tertutup.
Los sayur, daging, dan kebutuhan harian tampak kosong, sehingga suasana pasar terlihat lengang dan minim aktivitas ekonomi.
Pasar Rakyat Padang Kaduduak diresmikan pada Mei 2018 sebagai upaya pemerataan pusat pertumbuhan ekonomi di Kota Payakumbuh.
Pasar ini dibangun agar aktivitas perdagangan tidak hanya terpusat di Pasar Ibuh, Koto Nan Ampek, tetapi juga berkembang di kawasan Koto Nan Godang.
Namun, setelah tujuh tahun beroperasi, aktivitas pasar dinilai belum menunjukkan perkembangan signifikan.
Geliat perdagangan masih stagnan dan belum sesuai dengan tujuan awal pembangunan.
Kondisi tersebut dirasakan langsung oleh warga sekitar. Risma (45), salah seorang konsumen, mengaku kesulitan berbelanja kebutuhan pokok karena minimnya pedagang yang berjualan di pasar tersebut.
“Pedagangnya sedikit, jadi kalau belanja kebutuhan sehari-hari terpaksa ke Pasar Ibuh atau Pasar Ateh,” ujarnya.
Ketua Organisasi Pasar Rakyat Padang Kaduduak KOMPAK Koto Nan Godang, Sahwi (76), menyebut sepinya pasar disebabkan banyak ruko dan los yang tidak dimanfaatkan secara aktif.
“Secara administrasi ruko dan los sudah terisi, tetapi pedagang yang benar-benar berjualan hampir tidak ada,” kata Sahwi.
Ia menjelaskan, banyak lapak hanya dikuasai sebagai aset tanpa aktivitas perdagangan.
Akibatnya, pasar terlihat kosong dan pembeli enggan datang karena pilihan dagangan terbatas.
Sahwi menilai lemahnya pengelolaan dan pengawasan turut memperburuk kondisi pasar. Koordinasi antara pedagang dan dinas terkait dinilai belum optimal.
“Ini bisa diperbaiki jika ada ketegasan dalam pengelolaan ruko dan los,” ujarnya.
Ia berharap pemerintah daerah melakukan evaluasi pemanfaatan fasilitas pasar dan mendorong kehadiran pedagang aktif, sehingga Pasar Rakyat Padang Kaduduak dapat kembali berfungsi sesuai tujuan awal pembangunannya.(CR7)
Editor : Hendra Efison