Kegiatan tersebut menjadi rangkaian peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026 dan dipusatkan di landmark BWS Sumatera Lima kawasan Batang Agam.
Wali Kota Payakumbuh, Zulmaeta, menyampaikan Gerakan Nasional Indonesia ASRI sejalan dengan penegasan Presiden Republik Indonesia mengenai pentingnya Indonesia Resik atau bersih dari sampah.
Ia menjelaskan pesan tersebut diterimanya saat mengikuti Rapat Koordinasi Nasional Pusat dan Daerah di Sentul pada 2 Februari 2026.
Menurut Zulmaeta, krisis sampah tidak dapat lagi ditangani hanya di hilir, melainkan harus dimulai dari perubahan perilaku masyarakat di hulu agar pengurangan sampah terjadi sejak sumbernya.
Ia menegaskan beban tempat pengolahan dan pemrosesan sampah, termasuk TPST dan TPA, semakin berat sehingga pengurangan sampah dari rumah tangga menjadi langkah kunci dalam sistem pengelolaan.
“Aksi gotong royong bukan hanya tentang memungut sampah sehari-hari, tetapi momentum membangun kesadaran kolektif dan kapasitas masyarakat untuk mengubah kebiasaan,” ujarnya.
Zulmaeta mendorong masyarakat memulai langkah sederhana seperti memilah sampah dari rumah sebagai bagian dari upaya disiplin mengelola sampah sejak sumbernya.
Ia menekankan aksi bersih-bersih tidak cukup dilakukan sesaat dan membutuhkan konsistensi agar kebiasaan baik tersebut berjalan setiap hari secara berkelanjutan.
“Aksi gotong royong dan bersih-bersih hanyalah langkah awal, yang terpenting adalah konsistensi menjalankan kebiasaan baik setiap hari,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut, aparat, komunitas, pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat bergotong royong membersihkan Sungai Batang Agam yang kini menjadi salah satu destinasi wisata baru di Payakumbuh.
Zulmaeta menilai partisipasi lintas sektor menunjukkan penanganan sampah bukan semata tanggung jawab pemerintah, melainkan gerakan kolektif bersama.
Baca Juga: Wali Kota Fadly Amran Hadiri Dies Natalis ke-79 HMI, Siap Kolaborasi Membangun Padang
Ia berharap kegiatan itu dapat menginisiasi gerakan peduli sampah di lingkungan kerja masing-masing minimal satu kali dalam sepekan.
Zulmaeta juga mendorong perangkat daerah meningkatkan pelaksanaan korvei setiap hari kerja melalui kegiatan membersihkan sampah selama satu jam sebelum aktivitas kantor dimulai.
Ia menambahkan HPSN 2026 mengusung tema “Kolaborasi untuk Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik dan Indah)” yang menekankan pentingnya kerja bersama membangun budaya bersih.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Payakumbuh, Delni Putra, menyebut kegiatan tersebut bertujuan menginisiasi Gerakan Nasional ASRI di Payakumbuh serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap persoalan sampah dan limbah padat.
Delni mengatakan kegiatan itu melibatkan sekitar 400 peserta yang terdiri dari Kapolres dan Dandim beserta anggota, kepala OPD dan camat se-Kota Payakumbuh, mahasiswa, serta siswa sekolah dan perguruan tinggi.(*)
Editor : Hendra Efison