Salah seorang warga Simpang Piladang, Eni (34), mengatakan lonjakan kendaraan mulai terasa sejak Sabtu (15/2/2026). Menurutnya, kepadatan arus lalu lintas terjadi sejak pagi hari dan mencapai puncaknya pada sore hari.
“Sejak hari Sabtu jalan sudah terlihat ramai, mulai dari pagi, puncaknya sore kemarin,” ujarnya saat ditemui di sekitar lokasi.
Memasuki Senin pagi (16/2/2026), kondisi arus kendaraan masih terpantau ramai, namun tetap bergerak lancar tanpa hambatan berarti. Tidak terlihat adanya kemacetan total ataupun gangguan lalu lintas yang signifikan. “Untuk pagi ini (16/2), kendaraan ramai lancar,” tambahnya.
Eni menjelaskan, kendaraan yang melintas didominasi dari arah Pekanbaru, Provinsi Riau menuju Bukittinggi. Mayoritas kendaraan yang melintas merupakan kendaraan pribadi, meskipun sejumlah bus pariwisata juga terlihat melintas di jalur tersebut.
“Kendaraan banyak datang dari arah Pekanbaru ke arah Bukittinggi. Didominasi kendaraan pribadi dan ada juga bus pariwisata,” jelasnya.
Jika dibandingkan dengan kondisi pada Minggu (15/2/2026), ia menilai volume kendaraan hari ini relatif lebih rendah. Pada hari sebelumnya, antrean kendaraan sempat terlihat lebih panjang, terutama pada sore hari saat arus balik wisatawan meningkat. “Jika dibandingkan hari ini dengan kemarin, banyakan kemarin,” tutupnya.
Pantauan di lapangan menunjukkan antrean kendaraan memang terlihat memanjang di beberapa titik, khususnya pada jam-jam padat sore hari. Namun demikian, arus lalu lintas tetap bergerak normal dan tidak terjadi kemacetan berkepanjangan.
Jalur Bukittinggi–Payakumbuh yang menjadi salah satu akses utama penghubung Sumatera Barat dan Riau kerap mengalami peningkatan volume kendaraan saat libur nasional maupun akhir pekan, terutama karena tingginya mobilitas wisatawan dan masyarakat yang melakukan perjalanan antarkota. (rid)
Editor : Adetio Purtama