Pantauan Padang Ekspres pada Rabu sore (5/3/2026), kawasan yang berada di Koto Nan Ampek itu terlihat dipadati pengunjung yang datang untuk bersantai, berolahraga, atau sekadar menikmati suasana alam khas perbukitan.
Sejumlah pengunjung tampak duduk santai di gazebo yang tersebar di berbagai sudut kawasan, sementara sebagian lainnya berjalan santai atau melakukan olahraga ringan di area terbuka yang tersedia.
Ngalau Medan Nan Bapaneh selama ini dikenal sebagai salah satu ruang rekreasi publik yang cukup populer di Payakumbuh karena menawarkan panorama alam perbukitan serta mulut ngalau atau gua yang menjadi daya tarik utama kawasan tersebut.
Namun saat Padang Ekspres mengunjungi lokasi tersebut, akses menuju gua terlihat ditutup karena adanya konflik terkait pengelolaan kawasan dan status tanah ulayat di area wisata itu.
Di bagian depan kawasan wisata terdapat panggung utama yang kerap dimanfaatkan sebagai pusat kegiatan masyarakat dan berbagai acara publik yang digelar di kota tersebut.
Panggung utama itu biasanya digunakan untuk konser musik, perayaan hari besar, hingga kegiatan peringatan Hari Ulang Tahun Kota Payakumbuh yang melibatkan partisipasi masyarakat luas.
Area di depan panggung memiliki ruang terbuka cukup luas sehingga sering dimanfaatkan warga sebagai tempat berkumpul saat berlangsungnya berbagai kegiatan besar.
Ketika tidak ada acara resmi, ruang terbuka tersebut tetap dipenuhi pengunjung yang datang untuk berjalan santai, berolahraga ringan, atau menikmati suasana sore di kawasan wisata tersebut.
Tidak jauh dari panggung utama, terdapat sejumlah gazebo yang menjadi salah satu fasilitas favorit bagi pengunjung yang ingin duduk santai bersama keluarga atau teman.
Fahat (27), salah seorang pengunjung, mengaku cukup sering datang ke kawasan Ngalau Medan Nan Bapaneh untuk menghabiskan waktu bersama teman-temannya.
“Kalau sore biasanya ramai. Kami sering duduk di sini sambil ngobrol. Tempatnya juga enak, ada gazebo, ada tempat olahraga, jadi tidak bosan,” ujarnya.
Di bagian lain kawasan wisata tersebut terdapat jalur refleksi kaki dengan pijakan batu yang dimanfaatkan pengunjung untuk relaksasi dengan berjalan perlahan di atas batu-batu kecil.
Selain itu, kawasan ini juga memiliki kolam renang yang menjadi salah satu daya tarik bagi keluarga yang datang bersama anak-anak, terutama pada akhir pekan dan hari libur.
Di salah satu sudut kawasan juga tersedia area bermain anak dengan berbagai permainan sederhana yang sering dimanfaatkan keluarga yang membawa anak-anak.
Zakri (45), pengunjung yang datang bersama anaknya, mengatakan kawasan ini cukup cocok dijadikan tempat rekreasi keluarga karena memiliki fasilitas yang dapat dinikmati berbagai kalangan.
“Saya sering bawa anak ke sini. Dia biasanya main di area permainan anak. Sementara saya duduk santai atau jalan-jalan di sekitar sini,” katanya.
Di bagian belakang kawasan wisata terdapat panggung kedua yang biasanya digunakan untuk berbagai kegiatan seni dan budaya seperti pentas seni, pertunjukan teater, hingga acara kesenian komunitas.
Keberadaan dua panggung tersebut menjadikan kawasan Ngalau Medan Nan Bapaneh tidak hanya berfungsi sebagai tempat rekreasi alam, tetapi juga sebagai ruang ekspresi seni bagi masyarakat dan komunitas kreatif di Payakumbuh.
Selain fasilitas hiburan, kawasan ini juga dilengkapi dengan alat fitness outdoor yang dapat digunakan masyarakat secara gratis dan terlihat dimanfaatkan warga untuk berolahraga pada sore hari.
Selama bulan Ramadan, kawasan ini biasanya semakin ramai menjelang waktu berbuka puasa karena banyak warga yang datang untuk berolahraga ringan atau sekadar menikmati suasana sore.
Tidak sedikit pula pedagang yang memanfaatkan keramaian tersebut dengan berjualan takjil di sekitar kawasan wisata, sehingga menambah semarak aktivitas masyarakat di lokasi tersebut.
Dengan berbagai fasilitas yang tersedia, Ngalau Medan Nan Bapaneh kini tidak hanya dikenal sebagai objek wisata alam, tetapi juga menjadi ruang publik yang aktif dimanfaatkan masyarakat Kota Payakumbuh.(*)
Editor : Hendra Efison