Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Program Seribu Asa Bebas Stunting Diluncurkan di Kota Payakumbuh

Hendra Efison • Senin, 4 Mei 2026 | 12:00 WIB
Program Seribu Asa Bebas Stunting diluncurkan di Payakumbuh Selatan untuk percepat penurunan stunting dan dukung generasi sehat.
Program Seribu Asa Bebas Stunting diluncurkan di Payakumbuh Selatan untuk percepat penurunan stunting dan dukung generasi sehat.

PADEK.JAWAPOS.COM—Kecamatan Payakumbuh Selatan meluncurkan program “Seribu Asa Bebas Stunting” di Padang Karambia, Senin (4/5/2026). Program ini dibarengi pencanangan Zona Integritas menuju WBK dan WBBM.

Peluncuran inovasi tersebut menjadi langkah strategis Pemerintah Kota Payakumbuh dalam menekan angka stunting yang berdampak langsung terhadap kualitas sumber daya manusia. Kegiatan ini dihadiri unsur pemerintah daerah, OPD, Forkopimca, hingga lembaga masyarakat.

Wali Kota Payakumbuh, Zulmaeta melalui Asisten I Nofriwandi, menegaskan bahwa stunting merupakan persoalan serius yang harus ditangani secara menyeluruh.

“Ini langkah kita menjawab isu strategis nasional terkait stunting yang berdampak langsung pada kualitas sumber daya manusia,” ujarnya.

Baca Juga: Revolusi Trading 2026: IPOT Hadirkan UI/UX AI Real Time untuk Eksekusi Lebih Cepat dan Presisi

Ia menjelaskan, stunting tidak hanya berkaitan dengan tinggi badan anak, tetapi juga menyangkut kualitas gizi, kesehatan, serta pola asuh yang menentukan masa depan generasi.

“Kita mengapresiasi inovasi ini. Ini bukan hanya program, tetapi gerakan kolektif yang melibatkan seluruh elemen masyarakat untuk melahirkan generasi sehat dan berkualitas,” katanya.

Camat Payakumbuh Selatan, Dewi Mulia, menyebut program tersebut dirancang berbasis partisipasi masyarakat untuk memperkuat intervensi gizi dan kesehatan anak.

“Program ini menjadi langkah kolaboratif untuk mempercepat penurunan stunting dengan melibatkan masyarakat secara aktif,” ujarnya.

Ia menjelaskan, inovasi ini berangkat dari program DAHSYAT (Dapur Sehat Atasi Stunting) yang kemudian disesuaikan dengan kebijakan Makanan Bergizi Gratis (MBG). Ke depan, intervensi difokuskan pada pemberian susu dan makanan tinggi protein bagi anak.

Baca Juga: Kejurda Tinju 2026 Diikuti 80 Atlet dari 12 Pengcab di Padang

Selain itu, program juga dilengkapi layanan pemijatan bayi oleh tenaga kesehatan dari Puskesmas Padang Karambia guna mendukung tumbuh kembang anak sejak dini.

Langkah ini memperkuat pendekatan penanganan stunting yang tidak hanya fokus pada asupan gizi, tetapi juga stimulasi pertumbuhan. Kolaborasi lintas sektor dinilai menjadi kunci dalam menekan angka stunting secara berkelanjutan di tingkat kecamatan.

Pada kesempatan yang sama, seluruh ASN Kecamatan Payakumbuh Selatan menandatangani pakta integritas sebagai komitmen membangun Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani.

Pemerintah berharap program ini mampu menjadi model penanganan stunting berbasis kolaborasi di Payakumbuh, sekaligus mempercepat penurunan angka stunting dan meningkatkan kualitas generasi masa depan.(*)

Editor : Hendra Efison
#Seribu Asa Bebas Stunting #program gizi anak #Payakumbuh Selatan #Stunting Payakumbuh #penurunan stunting