Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

3 Tempat Usaha Terbakar di Payakumbuh, Terduga Pelaku Diringkus

Syamsu Ridwan • Senin, 25 Mei 2026 | 07:30 WIB
Suasana pascakebakaran kafe dan warung makan di Kelurahan Balaipanjang, Kecamatan Payakumbuh Selatan, Kota Payakumbuh, dilalap si jago merah pada Minggu (24/5). (DOK SATPOL PP DAMKAR PAYAKUMBUH)
Suasana pascakebakaran kafe dan warung makan di Kelurahan Balaipanjang, Kecamatan Payakumbuh Selatan, Kota Payakumbuh, dilalap si jago merah pada Minggu (24/5). (DOK SATPOL PP DAMKAR PAYAKUMBUH)

PADEK.JAWAPOS.COM - Kebakaran hebat melanda tiga bangunan di Kelurahan Balaipanjang, Kecamatan Payakumbuh Selatan, Kota Payakumbuh, Minggu (24/5). Tiga bangunan yang terdiri dari satu kafe, satu rumah makan pecel lele, dan satu rumah makan hangus dilalap api.

Bangunan yang terbakar masing-masing yakni Kafe Beranda milik Galang Ridho Pratama, 23, warung Pecel Lele milik Japar, 52, serta rumah makan nasi milik Melda Susanti, 46. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian material diperkirakan cukup besar.

Kepala Satpol PP dan Damkar Kota Payakumbuh, Dewi Novita mengatakan pihaknya menerima laporan kebakaran sekitar pukul 05.15 WIB.

“Laporan masuk pukul 05.15 WIB, kemudian unit berangkat pukul 05.16 WIB dan tiba di tempat kejadian sekitar pukul 05.20 WIB. Penanganan selesai sekitar pukul 06.45 WIB,” ujarnya.

Ia menjelaskan, objek yang terbakar terdiri dari satu rumah dan dua kedai. Hingga kini penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang.

 “Awalnya saksi melihat api kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Posko Pemadam Kebakaran dan Penyelamat Kota Payakumbuh,” katanya.

Untuk memadamkan kobaran api, Damkar Kota Payakumbuh mengerahkan tiga armada, yakni Armada Fuso Ayaxx, Armada Canter, dan Armada Rangga.

Salah seorang saksi, Afrianto mengaku mengetahui kejadian kebakaran sekitar pukul 06.30 WIB. Menurutnya, api pertama kali terlihat berasal dari bagian depan Kafe Beranda. “Saya tahu sekitar pukul 06.30 WIB, api berasal dari Kafe Beranda, munculnya di bagian depan,” ujarnya.

Ia mengaku belum mengetahui secara pasti penyebab kebakaran tersebut. “Kalau penyebab saya kurang tahu, mungkin dibakar,” katanya. Sementara itu, saksi lainnya, Nurfaneli mengatakan saat kejadian dirinya tengah hendak membakar tempurung sekitar pukul 05.30 WIB. Namun saat itu api belum terlihat membesar.

“Pada saat kebakaran, saya hendak membakar tempurung sekitar jam 05.30 WIB, pas kejadian api tidak nampak membesar,” ucapnya.

Mengetahui adanya kebakaran, dirinya bersama sang suami langsung berupaya memadamkan api menggunakan air seadanya. Namun kobaran api dengan cepat menjalar ke warung nasi miliknya. “Setelah mengetahui kebakaran, saya dan suami langsung mengambil air untuk memadamkan api,” katanya.

Akibat peristiwa tersebut, seluruh bagian warung nasi miliknya hangus terbakar. “Keadaan warung nasi habis semua akibat kebakaran dari sebelah. Kerugian saya tidak tahu, habis semua, tidak bisa diselamatkan,” tutupnya.

Sementara itu, kasus kebakaran tersebut kini mengarah pada dugaan tindak pidana pembakaran. Polres Payakumbuh berhasil mengamankan seorang pria berinisial R alias Kareh terkait dugaan pembakaran Beranda Cafe di Jalan Soekarno Hatta, Kelurahan Balaipanjang.

Kapolres Payakumbuh, AKBP Ricky Ricardo melalui Kasat Reskrim Polres Payakumbuh, Iptu Andrio Surya Putra Siregar mengatakan tersangka diamankan pada Minggu sekitar pukul 15.00 WIB setelah penyidik melakukan serangkaian penyelidikan. “Tersangka diduga melakukan perbuatan yang mengakibatkan kebakaran sehingga membahayakan keamanan umum bagi orang maupun barang,” ujarnya.

Tersangka diketahui berinisial R, seorang tukang parkir yang berdomisili di Kelurahan Kubu Gadang, Kecamatan Payakumbuh Barat.

Kasat Reskrim menjelaskan, peristiwa bermula sekitar pukul 04.00 WIB ketika tersangka berada di Beranda Cafe dan diduga mengganggu seorang karyawan perempuan berinisial K. Tindakan itu memicu kemarahan suami korban yang juga bekerja di cafe tersebut hingga terjadi pemukulan terhadap tersangka.

Merasa kesal, tersangka kemudian pergi menggunakan sepeda motor menuju kawasan Medan Nan Bapaneh yang tidak jauh dari lokasi kejadian. Di lokasi tersebut, tersangka disebut sempat merokok dan muncul niat membalas dendam dengan membakar cafe. “Tersangka kemudian membeli bahan bakar minyak jenis pertalite sebanyak sekitar 300 mililiter atau seharga Rp5 ribu di sebuah toko di kawasan simpang terminal dan memasukkannya ke dalam botol air mineral,” jelasnya.

Setelah itu, tersangka kembali ke lokasi dan menyiramkan BBM ke dinding bangunan di samping Ampera Imel. Api kemudian dipicu menggunakan tisu yang dibakar dan dilemparkan ke bagian dinding yang telah disiram bahan bakar.

Akibat aksi tersebut, bangunan cafe terbakar dan api menjalar ke bangunan lainnya. Setelah melakukan aksinya, tersangka pergi menuju Golden Clasic Cafe dan sempat menceritakan perbuatannya kepada seseorang.

Tidak lama kemudian, tersangka diamankan masyarakat sebelum diserahkan kepada pihak kepolisian. Petugas Damkar Kota Payakumbuh juga mengerahkan empat unit mobil pemadam kebakaran untuk memadamkan api hingga akhirnya berhasil dikendalikan sekitar pukul 06.30 WIB.

 

Usai pemeriksaan intensif, penyidik meningkatkan status perkara dari penyelidikan ke penyidikan dan menetapkan R sebagai tersangka. Saat ini tersangka ditahan di Rumah Tahanan Polres Payakumbuh untuk proses hukum lebih lanjut. (rid)

Editor : Adriyanto Syafril
#warung Pecel Lele #rumah makan #kafe #kebakaran