PADEK.JAWAPOS.COM -- Pemerintah Kota Payakumbuh bersama Balai Wilayah Sungai (BWS) V Padang, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum, memperkuat sinergi dalam pembangunan infrastruktur sumber daya air melalui penandatanganan nota kesepakatan di Padang, Selasa (9/6).
Langkah ini dilakukan untuk mengurangi risiko banjir, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta menjamin ketersediaan air yang berkelanjutan bagi masyarakat.
Nota kesepakatan tersebut ditandatangani langsung oleh Wali Kota Payakumbuh, Zulmaeta, bersama Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BWS V Padang, Reski Wahyudi. Kesepakatan ini menjadi landasan penguatan koordinasi dalam pembangunan, pemanfaatan, dan pemeliharaan infrastruktur sumber daya air di Kota Payakumbuh.
Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta mengatakan kerja sama ini merupakan langkah strategis untuk mempercepat pembangunan infrastruktur yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Kerja sama ini merupakan langkah strategis agar berbagai program pembangunan sumber daya air dapat dilaksanakan secara lebih efektif, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat, baik dalam bentuk pengurangan risiko banjir, peningkatan kualitas lingkungan, maupun terjaganya ketersediaan air untuk berbagai kebutuhan,” ujarnya.
Menurut Zulmaeta, sumber daya air memiliki peranan penting dalam menunjang kehidupan masyarakat, pertumbuhan ekonomi daerah, ketahanan pangan, serta keberlanjutan lingkungan. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat dinilai sangat penting untuk memastikan pengelolaan sumber daya air berjalan optimal.
“Sumber daya air merupakan salah satu aspek penting dalam mendukung kehidupan masyarakat, pembangunan ekonomi, serta keberlanjutan lingkungan. Oleh karena itu, kolaborasi yang kuat dengan pemerintah pusat diperlukan untuk memastikan pengelolaannya berjalan optimal,” katanya.
Melalui nota kesepakatan tersebut, kedua belah pihak akan memperkuat koordinasi dalam berbagai tahapan pengelolaan sumber daya air, mulai dari perencanaan, pembangunan, pemanfaatan, hingga pemeliharaan sarana dan prasarana yang ada.
Baca Juga: Universitas Jayanusa Resmi Berdiri, BEM-KM Siap Kawal Transformasi Kampus
Kerja sama ini mencakup sejumlah program strategis, seperti peningkatan kualitas infrastruktur pengairan, pengendalian banjir, konservasi sumber daya air, serta pemeliharaan fasilitas yang telah dibangun.
Bagi masyarakat Payakumbuh, program tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat nyata berupa berkurangnya potensi genangan dan banjir di kawasan permukiman, terjaganya pasokan air bersih yang lebih andal, mendukung produktivitas sektor pertanian, serta meningkatkan kenyamanan dan keselamatan dalam beraktivitas.
Sementara itu, Plt Kepala BWS V Padang Reski Wahyudi menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan infrastruktur sumber daya air tidak hanya bergantung pada pembangunan fisik, tetapi juga membutuhkan perencanaan yang matang dan pemeliharaan yang berkelanjutan.
“Keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik, tetapi juga oleh perencanaan yang matang, pemanfaatan yang tepat, serta pemeliharaan yang berkelanjutan,” ujarnya.
Baca Juga: Pemko Padang Siapkan Rp50 Juta per Rumah untuk Program Renovasi RTLH 2026
Ia menambahkan, nota kesepakatan tersebut menjadi dasar penguatan koordinasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam menjalankan berbagai program sumber daya air di Kota Payakumbuh.
Menurutnya, sinergi yang terjalin diharapkan mampu mempercepat pembangunan infrastruktur sumber daya air sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat serta memperkuat ketahanan daerah terhadap potensi bencana hidrometeorologi.
“Kami berkomitmen mendorong percepatan pembangunan dan peningkatan kualitas infrastruktur sumber daya air agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara berkelanjutan,” katanya.
Melalui kerja sama ini, Pemerintah Kota Payakumbuh berharap pembangunan infrastruktur sumber daya air dapat semakin mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, menjaga kelestarian lingkungan, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan. (rel)
Editor : Adriyanto Syafril