PADEK.JAWAPOS.COM – Pemerintah Kota Payakumbuh mengalokasikan bantuan keuangan sebesar Rp1 miliar kepada Pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota untuk mendukung percepatan pemulihan pascabencana. Bantuan tersebut menjadi bagian dari komitmen solidaritas antardaerah sekaligus memperkuat hubungan historis yang selama ini terjalin dalam rumpun Luak Limopuluah.
Komitmen itu ditandai dengan penyerahan proposal permohonan bantuan oleh Bupati Lima Puluh Kota, Safni Sikumbang, kepada Wali Kota Payakumbuh, Zulmaeta, di ruang kerja wali kota, Kamis (11/6/2026). Pertemuan tersebut sekaligus menjadi momentum penguatan kolaborasi antarpemerintah daerah dalam membantu masyarakat terdampak bencana.
Bantuan keuangan itu merupakan tindak lanjut kebijakan Kementerian Dalam Negeri terkait pemanfaatan tambahan Transfer ke Daerah (TKD). Melalui kebijakan tersebut, daerah yang tidak terdampak bencana dapat memberikan dukungan kepada daerah lain yang sedang menjalani proses rehabilitasi dan rekonstruksi.
Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta menegaskan bahwa bantuan yang diberikan bukan sekadar dukungan anggaran, tetapi juga cerminan kepedulian dan semangat kebersamaan yang telah lama tumbuh antara Kota Payakumbuh dan Kabupaten Lima Puluh Kota.
Bantuan Rp1 Miliar Lima Puluh Kota Wujud Solidaritas Daerah
Menurut Zulmaeta, hubungan antara Payakumbuh dan Lima Puluh Kota tidak hanya dibangun melalui batas administrasi pemerintahan. Kedua daerah memiliki ikatan sejarah, budaya, adat, dan hubungan sosial yang kuat dalam satu kawasan Luak Limopuluah.
Karena itu, ketika salah satu daerah menghadapi musibah, daerah lainnya memiliki tanggung jawab moral untuk hadir dan memberikan dukungan. Prinsip tersebut menjadi landasan Pemko Payakumbuh dalam mengalokasikan bantuan keuangan bagi masyarakat yang sedang menjalani masa pemulihan.
“Bantuan ini merupakan wujud nyata solidaritas dan kepedulian antardaerah yang diikat tali persaudaraan. Kabupaten Lima Puluh Kota dan Kota Payakumbuh ibarat saudara kandung dalam naungan Luak Limopuluah,” kata Zulmaeta.
Ia berharap bantuan tersebut dapat mempercepat proses rehabilitasi berbagai sektor yang terdampak bencana. Selain itu, dukungan anggaran juga diharapkan membantu pemulihan aktivitas ekonomi, pelayanan publik, pendidikan, dan kehidupan sosial masyarakat.
Pemko Payakumbuh Salurkan Bantuan ke Tiga Daerah
Selain Kabupaten Lima Puluh Kota, Pemko Payakumbuh juga mengalokasikan bantuan keuangan kepada dua daerah lain yang terdampak bencana. Kabupaten Agam dan Kabupaten Aceh Singkil masing-masing menerima bantuan sebesar Rp1 miliar.
Menurut Zulmaeta, langkah tersebut menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat semangat gotong royong antardaerah. Penyaluran bantuan dilakukan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku agar prosesnya berjalan transparan dan akuntabel.
Ia menilai sinergi antarpemerintah daerah menjadi faktor penting dalam memperkuat ketahanan menghadapi bencana. Kolaborasi yang baik memungkinkan bantuan dapat disalurkan lebih cepat sehingga masyarakat terdampak memperoleh dukungan yang dibutuhkan.
Dukung Percepatan Pemulihan Pascabencana
Sementara itu, Bupati Lima Puluh Kota Safni Sikumbang menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan Pemerintah Kota Payakumbuh. Menurutnya, bantuan tersebut memiliki arti penting bagi masyarakat yang masih menjalani proses pemulihan pascabencana.
“Kami mengucapkan terima kasih atas bantuan dan dukungan yang diberikan. Bantuan ini sangat berarti bagi masyarakat terdampak bencana dan akan dimanfaatkan sebaik-baiknya sesuai kebutuhan dan peruntukannya,” ujar Safni.
Ia menjelaskan bahwa dana bantuan akan diarahkan untuk mendukung berbagai kebutuhan prioritas, termasuk perbaikan infrastruktur yang terdampak, pemulihan layanan dasar masyarakat, serta penguatan aktivitas ekonomi warga.
Safni menambahkan bahwa dukungan dari Payakumbuh menjadi bukti nyata kuatnya semangat persaudaraan di Luak Limopuluah. Kebersamaan tersebut dinilai menjadi modal penting dalam menghadapi berbagai tantangan, termasuk saat masyarakat membutuhkan bantuan dan dukungan pascabencana.
Kolaborasi antara kedua pemerintah daerah itu diharapkan menjadi contoh praktik baik solidaritas antardaerah. Selain mempercepat pemulihan masyarakat, sinergi tersebut juga memperkuat ketahanan daerah dalam menghadapi berbagai risiko bencana pada masa mendatang.(*)
Editor : Hendra Efison