Puluhan ribu jiwa tercatat terdampak. Ribuan warga harus mengungsi, dan bencana juga menimbulkan korban jiwa. Di sisi infrastruktur, kerusakan terjadi pada jembatan, ruas jalan, intake PDAM, fasilitas pendidikan, serta ratusan rumah penduduk.
Menindaklanjuti kondisi tersebut, Wali Kota Padang Fadly Amran bersama Wakil Wali Kota Maigus Nasir bergerak cepat melakukan penanganan. Seluruh unit dan sumber daya Pemko Padang dikerahkan sebagai implementasi Program Unggulan Padang Sigap. Fokus utama diarahkan pada penyelamatan warga, pembukaan akses yang terputus, pemulihan layanan dasar, serta pemenuhan kebutuhan pangan bagi masyarakat terdampak.
Kolaborasi lintas sektor dilakukan melibatkan Pemko Padang, TNI–Polri, BPBD, Basarnas, relawan kemanusiaan, pelaku usaha, organisasi masyarakat, hingga warga. Koordinasi intensif juga dijalin bersama Pemprov Sumbar dan BNPB untuk mempercepat langkah penanganan.
Guna memaksimalkan respons lapangan, Pemko Padang menetapkan status Tanggap Darurat Bencana Alam selama 14 hari, mulai 25 November hingga 8 Desember 2025. Aktivitas belajar mengajar turut diliburkan selama tiga hari—27 hingga 29 November—untuk memastikan keselamatan siswa dan tenaga pendidik.
Dalam memenuhi kebutuhan konsumsi pengungsi, Wali Kota Padang menginstruksikan pengalihan distribusi Makanan Bergizi Gratis (MBG) dari dapur SPPG, yang semula disiapkan untuk siswa sekolah. Penyesuaian ini dilakukan agar kebutuhan pangan warga terdampak dapat terpenuhi secara cepat dan merata.
Pemko juga mendirikan posko logistik, dapur umum, hidran air bersih, serta menyiagakan layanan kesehatan di lokasi pengungsian. Posko darurat dibuka di lima kecamatan—Kototangah, Pauh, Lubukkilangan, Nanggalo, dan Padang Utara—dengan Posko Utama berpusat di Palanta Rumah Dinas Wali Kota. Setelah banjir surut, personel gabungan dari BPBD, Dinas PUPR, Damkar, Dinas Lingkungan Hidup, serta sejumlah OPD lainnya langsung diturunkan untuk membersihkan material lumpur, sampah, dan sisa banjir di permukiman, sekolah, dan fasilitas umum.
Untuk warga yang kehilangan tempat tinggal, Pemko Padang menyiapkan hunian sementara. Sebanyak 80 unit rumah di kawasan Kampung Nelayan, Kototangah, disiapkan sebagai tempat tinggal sementara bagi korban. Sebagai solusi jangka panjang, pemerintah kota juga mengupayakan relokasi bagi warga yang tinggal di kawasan rawan bencana.
Wali Kota Fadly Amran menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat, lembaga kemanusiaan, dan berbagai pihak yang telah memberikan dukungan. Ia memastikan seluruh bantuan tersalurkan kepada warga yang membutuhkan.
Wakil Wali Kota Maigus Nasir juga mengapresiasi kerja keras seluruh elemen yang terlibat sejak masa tanggap darurat hingga tahap pemulihan. “Dukungan semua pihak sangat menentukan percepatan pemulihan. Atas nama Pemko Padang, kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya,” ujarnya. (*/adv)
Editor : Eri Mardinal