Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang sebagai puncak program kolaborasi dengan Ruang Guru yang dimulai sejak Februari 2025.
Asisten I Setda Kota Padang Tarmizi Ismail, mewakili Wali Kota Padang, menyatakan kompetisi ini merupakan bagian dari Program Unggulan (Progul) untuk mewujudkan Padang Smart City.
“Pemerintah berkomitmen membangun kota pintar melalui kolaborasi dengan berbagai pihak. Kompetisi ini menjadi upaya mencari dan mengasah bibit muda menghadapi tantangan global,” kata Tarmizi.
Ia menegaskan penguasaan teknologi harus diimbangi dengan karakter dan etika.
“Meski menguasai coding, siswa diharapkan tidak melupakan jati diri dan adat istiadat Minangkabau,” ujarnya.
Tarmizi berharap program pelatihan coding dapat direplikasi ke sekolah lain yang belum terlibat pada periode ini.
Ia juga mendorong guru yang telah dilatih untuk mengintegrasikan literasi digital ke dalam kurikulum harian sekolah.
Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang Nurfitri menyampaikan, program ini melibatkan 61 sekolah dengan total 1.545 siswa.
Selain siswa, program tersebut juga melatih 150 guru penggerak digital melalui 15 sesi pelatihan intensif.
“Dari ribuan peserta, hari ini ditampilkan 100 karya terbaik, terdiri dari 50 karya tingkat SD dan 50 karya tingkat SMP,” kata Nurfitri.
Menurutnya, hasil tersebut menunjukkan kemampuan pelajar Kota Padang dalam menguasai teknologi digital sejak usia dini.(*)
Editor : Hendra Efison