Rapat yang dipimpin Wakil Gubernur Sumbar, Vasko Ruseimy, dihadiri seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Pertemuan tersebut menghasilkan Rencana Tindak Lanjut (RTL) yang berfokus pada lima langkah utama peningkatan PAD.
Pertama, setiap OPD diminta menyusun rencana inovasi peningkatan PAD yang realistis dan terukur. Kedua, seluruh potensi serta kendala di lapangan wajib dilaporkan secara terbuka dalam forum evaluasi berikutnya.
Selain itu, Pemprov Sumbar membentuk tim koordinasi lintas OPD untuk mengembangkan potensi pendapatan non-konvensional.
Evaluasi kinerja akan dilakukan secara berkala dengan indikator capaian PAD dan program strategis.
“Pendapatan daerah adalah kunci kemandirian Sumatera Barat. Tanpa itu, kita hanya bergantung, bukan berkembang,” ujar Vasko Ruseimy, Sabtu (11/10).
Vasko menekankan pentingnya perubahan pola pikir aparatur sipil negara (ASN) agar berani berinovasi dan keluar dari zona nyaman.
“Sudah bukan zamannya lagi bekerja santai di zona nyaman. Setiap OPD harus berani berinovasi, mencari peluang baru, dan menggali potensi yang bisa menambah pendapatan daerah,” katanya.
Ia juga mengingatkan pentingnya transparansi dan kerja sama lintas instansi untuk mencari solusi atas kendala di lapangan.
“Sering kali kita terlalu sibuk menampilkan keberhasilan, tapi menutupi masalah. Kalau ingin maju, kita harus berani terbuka dan mencari solusi bersama,” tegasnya.
Dorong Kemandirian Fiskal dan Efisiensi Anggaran
Rapat tersebut juga menekankan pentingnya kebijakan daerah yang mendukung efisiensi anggaran dan penguatan kemandirian fiskal.
Pemprov Sumbar menargetkan peningkatan PAD melalui inovasi program, kolaborasi lintas sektor, dan pelaporan kinerja yang transparan.
“Bahkan dinas yang selama ini dianggap tidak punya potensi pendapatan pun sebenarnya bisa berkontribusi kalau mau berpikir lebih kreatif dan kolaboratif,” jelas Vasko.
Ia menambahkan, Pemprov Sumbar mulai memasuki era kerja nyata dengan menerapkan prinsip reward and punishment untuk mendorong kinerja optimal ASN dan pimpinan OPD.
“Yang mau bekerja sungguh-sungguh akan kita dukung, yang hanya duduk manis akan tertinggal. Ini bukan ancaman, tapi komitmen bersama,” ujarnya.
Melalui kebijakan tersebut, Pemprov Sumbar berkomitmen memperkuat kemandirian fiskal daerah dengan menghilangkan ego sektoral serta membangun sinergi lintas perangkat daerah.(*)
Editor : Hendra Efison