Hardiknas 2026, FBS UNP Dorong Calon Guru Kritis dan Adaptif lewat Seminar EDULENS

Heri Sugiarto • Dipublikasikan Sabtu, 2 Mei 2026 | 14:15 WIB
Seminar EDULENS 2026 di Auditorium FBS UNP dalam momentum Hardiknas 2026.(Foto: KKPS UNP)
Seminar EDULENS 2026 di Auditorium FBS UNP dalam momentum Hardiknas 2026.(Foto: KKPS UNP)

PADEK.JAWAPOS.COM-Momentum Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2 Mei 2026 dimanfaatkan Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Padang (UNP) untuk menegaskan pentingnya mencetak calon guru yang reflektif, kritis, dan profesional melalui inovasi pembelajaran.

Hal itu disampaikan Wakil Dekan Bidang Akademik FBS UNP, Dr. Havid Ardi, M.Hum., saat membuka seminar EDULENS 2026 yang digelar Departemen Bahasa Inggris di Auditorium FBS UNP.

Dalam sambutannya, Dr. Havid Ardi menekankan pendekatan pembelajaran berbasis proyek dan case method menjadi langkah strategis dalam menjawab tantangan pendidikan masa kini.

Menurutnya, calon pendidik tidak cukup hanya memahami teori, tetapi juga harus mampu menganalisis dan merespons dinamika nyata di lapangan.

Ia menyebut model pembelajaran tersebut mendorong mahasiswa mengembangkan kemampuan berpikir kritis, analitis, dan solutif sebagai bagian dari implementasi outcome-based education.

Pendekatan itu dinilai relevan dengan semangat Hardiknas yang menekankan transformasi pendidikan yang adaptif dan berorientasi masa depan.

Dr. Havid Ardi juga menyoroti pentingnya pengalaman langsung di sekolah sebagai bagian dari proses pembelajaran.

Menurutnya, observasi lapangan memberi ruang bagi mahasiswa untuk memahami konteks riil pendidikan, mengenali tantangan implementasi kurikulum, serta melatih kemampuan refleksi sebagai kompetensi utama seorang guru.

“Melalui pengalaman tersebut, mahasiswa tidak hanya belajar memahami praktik pembelajaran, tetapi juga mampu mengevaluasi dan mengembangkan solusi atas berbagai persoalan yang ditemui di lapangan,” ujarnya.

Seminar EDULENS 2026 diikuti mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris angkatan 2023/2024 sebagai bagian dari ujian tengah semester.

Kegiatan tersebut mengintegrasikan pendekatan project-based learning dan case method. Mahasiswa mempresentasikan hasil observasi dan wawancara di sekolah serta menyampaikan analisis kritis terhadap praktik pembelajaran.

Kepala Departemen Bahasa Inggris, Dr. Yuli Tiarina, M.Pd., menyampaikan seminar itu menjadi wadah penguatan kompetensi mahasiswa, baik dari sisi akademik maupun keterampilan praktis.

Ia menilai kegiatan tersebut mendorong mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengomunikasikan gagasan secara ilmiah.

Melalui kegiatan itu, FBS UNP menegaskan komitmennya mendukung transformasi pendidikan tinggi yang inovatif dan relevan dengan kebutuhan zaman, sejalan dengan semangat Hari Pendidikan Nasional dalam menciptakan generasi pendidik yang unggul dan berdaya saing.(*)

Editor : Heri Sugiarto
Hardiknas 2026 Seminar EDULENS 2026 Pendidikan Bahasa Inggris unp FBS UNP