PADEK.JAWAPOS.COM-Sebanyak 6.457 murid Taman Kanak-Kanak (TK) se-Kota Padang menampilkan “Senam Minang Ceria” karya dosen Universitas Negeri Padang (UNP) dalam rangkaian peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 yang digelar Pemerintah Kota Padang pada 29-30 April 2026.
Karya tersebut ditata oleh dosen Departemen Sendratasik Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) UNP, Mia Fahmiati, M.Pd, dan dikembangkan bersama Ega Mita Regar, S.Pd., Gr. sebagai asisten penata senam serta Kevin Cotok sebagai penata musik.
Mia Fahmiati mengatakan rangkaian gerakan dalam “Senam Minang Ceria” memadukan unsur kebugaran dengan sentuhan gerak khas Minangkabau.
“Rangkaian gerakannya memadukan unsur kebugaran seperti langkah dasar, ayunan tangan, dan koordinasi tubuh dengan sentuhan gerak khas Minangkabau yang ritmis, sehingga menciptakan suasana ceria sekaligus memperkenalkan nilai budaya lokal,” ungkapnya.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang, Yopi Krislova, S.H., M.M., yang mewakili Wali Kota Padang saat membuka kegiatan tersebut, menyampaikan kehadiran karya itu menjadi bagian dari upaya menghadirkan inovasi dalam kegiatan pendidikan, khususnya pada momentum Hardiknas.
Wakil Dekan Bidang KSKU FBS UNP, Prof. Indrayuda, Ph.D., mengapresiasi karya tersebut sebagai bentuk kontribusi dosen kepada masyarakat.
“Karya ini memperlihatkan bagaimana keilmuan seni dapat diwujudkan dalam bentuk yang aplikatif dan bermanfaat secara luas,” ujarnya.
Apresiasi juga disampaikan Kepala Departemen Sendratasik FBS UNP, Dr. Tulus Handra Kadir, M.Pd.
Ia menilai “Senam Minang Ceria” menjadi bentuk pemanfaatan keilmuan seni yang tidak hanya berorientasi pada estetika, tetapi juga memiliki nilai edukatif.
“Senam Minang Ceria” dirancang dengan gerakan sederhana dan dinamis serta diiringi musik bernuansa tradisional Minangkabau.
Karya tersebut menjadi salah satu bentuk pengenalan budaya lokal melalui pendekatan yang mudah diterapkan dalam kegiatan pendidikan.
Melalui karya itu, UNP kembali menunjukkan perannya dalam menghasilkan inovasi yang dapat dimanfaatkan langsung oleh masyarakat, khususnya dalam mendukung kegiatan pendidikan berbasis budaya.(*)
Editor : Heri Sugiarto