Belajar 6 Hari Sepekan, Siswi SMA Semen Padang Lolos ke Kampus Bergengsi Indonesia hingga Australia

Hendra Efison • Dipublikasikan Selasa, 28 Juli 2026 | 09:35 WIB

 

Nayla Irza Ramadhani, lulusan SMA Semen Padang, menunjukkan prestasi akademiknya setelah konsisten belajar enam hari sepekan hingga diterima di sejumlah perguruan tinggi bergengsi di Indonesia dan luar negeri.
Nayla Irza Ramadhani, lulusan SMA Semen Padang, menunjukkan prestasi akademiknya setelah konsisten belajar enam hari sepekan hingga diterima di sejumlah perguruan tinggi bergengsi di Indonesia dan luar negeri.

PADANG, PADEK.JAWAPOS.COM – Disiplin belajar selama enam hari dalam sepekan mengantarkan Nayla Irza Ramadhani, siswi SMA Semen Padang, meraih kesempatan diterima di sejumlah perguruan tinggi bergengsi di Indonesia hingga luar negeri. Rutinitas belajar yang dijalaninya sejak lama menjadi modal utama meraih berbagai peluang pendidikan.

Setelah menyelesaikan pelajaran di sekolah, Nayla tidak langsung pulang untuk beristirahat. Ia berpindah dari satu tempat bimbingan belajar ke tempat lainnya guna memperdalam matematika, kimia, dan fisika. Setiap mata pelajaran dipelajarinya di tempat les yang berbeda.

Bagi Nayla, Minggu menjadi satu-satunya hari tanpa jadwal belajar. Enam hari lainnya diisi dengan kegiatan sekolah dan bimbingan belajar sebagai bagian dari persiapan menuju perguruan tinggi impian.

"Saya memang tidak bisa bermalas-malasan. Rasanya tidak nyaman kalau tidak ada kegiatan. Karena itu, saya selalu mencari aktivitas di luar rumah, salah satunya mengikuti les dari Senin sampai Sabtu," ujar Nayla saat ditemui di SMA Semen Padang, Jumat (24/7/2026).

Kebiasaan tersebut membentuk kedisiplinan dan konsistensi dalam belajar. Hasilnya, Nayla mencatatkan rata-rata nilai rapor 94 selama bersekolah dan secara konsisten berada di lima besar di kelas.

Prestasi akademik itu membawanya diterima di Program Studi Farmasi Universitas Andalas (Unand), Program Studi Farmasi Universitas Padjadjaran (Unpad), serta memperoleh tawaran beasiswa Program Studi Kedokteran President University. Ia juga lolos seleksi awal bidang penelitian sains di Monash University, Australia, dan masuk daftar tunggu Program Biomedis The University of Hong Kong.

Konsisten Belajar dan Menguasai Bahasa Asing

Selain fokus pada pelajaran sekolah, Nayla juga membekali diri dengan kemampuan bahasa asing. Saat ini ia mempelajari bahasa Inggris dan Mandarin sebagai persiapan mengikuti pendidikan di lingkungan internasional.

Menurutnya, kemampuan bahasa asing menjadi salah satu bekal penting untuk membuka peluang studi di luar negeri.

"Jangan takut mencari informasi dan jangan takut kuliah di luar negeri. Banyak program beasiswa yang dapat diikuti. Namun, kita juga harus memperbanyak keterampilan di luar sekolah, terutama kemampuan berbahasa asing," katanya.

Meski memiliki kesempatan kuliah di luar negeri, Nayla tetap memilih mendaftar ulang di Universitas Andalas sambil menunggu hasil Program Beasiswa Garuda yang dijadwalkan diumumkan pada Agustus 2026.

Ia mengaku ingin tetap melanjutkan pendidikan tanpa membebani orang tuanya apabila belum memperoleh beasiswa penuh.

Sekolah Apresiasi Prestasi Nayla

Kepala SMA Semen Padang, Moethia Varina Oemar, mengatakan keberhasilan Nayla merupakan hasil kerja keras yang didukung kolaborasi antara siswa, keluarga, guru, sekolah, dan yayasan.

"Prestasi Nayla menunjukkan bahwa dengan kerja keras, disiplin, dan semangat belajar yang tinggi, siswa mampu bersaing dan memperoleh kesempatan di berbagai perguruan tinggi unggulan," ujar Moethia.

Ia berharap pencapaian tersebut menjadi motivasi bagi siswa lain untuk terus belajar dan berani mengejar cita-cita hingga ke tingkat nasional maupun internasional.(*)

Editor : Hendra Efison
Belajar 6 hari sepekan Siswi SMA Semen Padang tips belajar efektif nilai rapor 94 kampus bergengsi Indonesia dan Australia