UNP Perkuat Ketahanan Pangan Pascabencana Lewat Hidroponik di Nagari Koto Malintang

Novitri Selvia • Dipublikasikan Selasa, 28 Juli 2026 | 16:07 WIB
Tim PKM Departemen Biologi UNP bersama ibu-ibu Dasawisma Nagari Koto Malintang usai pemasangan instalasi hidroponik untuk mendukung ketahanan pangan rumah tangga pascabencana di Kecamatan Tanjung Raya, Agam. (UNP FOR PADEK)
Tim PKM Departemen Biologi UNP bersama ibu-ibu Dasawisma Nagari Koto Malintang usai pemasangan instalasi hidroponik untuk mendukung ketahanan pangan rumah tangga pascabencana di Kecamatan Tanjung Raya, Agam. (UNP FOR PADEK)

 

PADEK.JAWAPSO.COM-Departemen Biologi Universitas Negeri Padang (UNP) melaksanakan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) melalui skema Program Pengabdian UNP Berdampak (PPUB) di Jorong Tanjung Alai, Nagari Koto Malintang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, pada 19 Juli 2026.

Kegiatan bertajuk Pemberdayaan TP PKK Nagari Koto Malintang Melalui Implementasi Permakultur–Hidroponik untuk Penguatan Ketahanan Pangan Pascabencana itu bertujuan meningkatkan kemandirian pangan masyarakat melalui penerapan hidroponik skala rumah tangga.

Ketua tim PKM, Rahmi Kurniati, M.Pd., mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kontribusi nyata perguruan tinggi dalam memperkuat ketahanan pangan masyarakat, khususnya di daerah yang memiliki kerentanan terhadap bencana alam.

Menurutnya, Nagari Koto Malintang yang berada di kawasan Danau Maninjau memiliki potensi terdampak berbagai jenis bencana. Karena itu, masyarakat perlu dibekali pengetahuan mengenai mitigasi bencana sekaligus kemampuan memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri.

Dalam kegiatan tersebut, tim menghadirkan narasumber utama Reki Kardiman, Ph.D., yang memberikan materi mengenai pentingnya penguatan ketahanan pangan keluarga melalui pemanfaatan lahan pekarangan. Peserta juga mendapatkan demonstrasi pembuatan instalasi hidroponik sederhana yang dapat diterapkan di rumah masing-masing.

Program ini melibatkan ibu-ibu Dasawisma Jorong Tanjung Alai sebagai peserta utama. Mereka memperoleh pelatihan sekaligus praktik langsung memasang instalasi hidroponik.

Tim PKM juga melibatkan dosen Program Studi Ilmu Lingkungan Itvhi Marhamah, M.Si., serta Fitri Olvia Rahmi, M.Pd., dari Program Studi Pendidikan Biologi sebagai tim pendamping lapangan.

Rahmi menyebutkan antusiasme masyarakat dan pemerintah nagari menjadi faktor penting dalam pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, semangat warga dalam membangun nagari membuat implementasi hidroponik di taman percontohan mendapat dukungan penuh.

Sebagai bentuk dukungan teknologi, tim PKM menyerahkan satu unit instalasi hidroponik bertingkat sepanjang dua meter dengan kapasitas 144 lubang tanam.

Selain itu, masyarakat juga menerima bibit sawi hijau dan selada, serta perlengkapan hidroponik berupa netpot, rockwool, nutrisi AB Mix, dan alat ukur TDS untuk mendukung budidaya tanaman pada tahap selanjutnya.

Pemasangan instalasi hidroponik dilakukan secara gotong royong antara tim pengabdi dan kelompok Dasawisma. Keberadaan taman hidroponik tersebut juga akan menjadi salah satu unsur penilaian dalam lomba Dasawisma tingkat nagari.

Tim PKM memastikan program tidak berhenti pada tahap pelatihan. Pendampingan dan pemantauan akan terus dilakukan, baik melalui kunjungan langsung maupun secara daring melalui jaringan seluler, guna memastikan keberlanjutan pemanfaatan hidroponik sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan masyarakat pascabencana.(rel)

 
 
 
 
Editor : Novitri Selvia
Rahmi Kurniati unp hidroponik Nagari Koto Malintang PKM