PADEK.JAWAPOS.COM — Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang mewisuda 812 lulusan dalam Wisuda ke-96 yang digelar selama dua hari, 29–30 Juli 2026, di Aula Gedung J Kampus III.
Pada hari kedua, Kamis (30/7/2026), sebanyak 404 wisudawan dan wisudawati dari Fakultas Ushuluddin dan Studi Agama (FUSA) serta Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) mengikuti prosesi wisuda.
FTK menjadi fakultas dengan jumlah lulusan terbanyak pada hari kedua, yakni 272 wisudawan.
Dalam wisuda tersebut, Salsabila dari FTK tercatat sebagai salah satu lulusan dengan capaian akademik tertinggi dengan IPK 3,96. Sementara Muhammad Gibran dari FUSA meraih IPK 3,94. Keduanya merupakan penerima Beasiswa Program Magister pada Pascasarjana.
Selain itu, sebanyak 14 lulusan yang disebut sebagai lulusan terbaik meraih IPK sempurna 4,00, terdiri dari sembilan lulusan FTK dan lima lulusan FUSA.
Sembilan lulusan FTK tersebut yakni Salsabila, Ahmad Zulfa Syarif, Sa’diatur Rahmi, Ibnul Anies, Anggun Fatimah Zahra, Zikra Amia Putri, Askuro One Saputri, Sisri Dayani, dan Okta Farhan Syahendra.
Sementara lima lulusan FUSA yang meraih IPK 4,00 yakni Inka Rahma Rani, Muhammad Jundi Al Fahmi, Nafa Tri Utami, Muhammad Gibran, dan Muhammad Zakaria.
Pada kesempatan tersebut, sejumlah wisudawan juga menerima penghargaan sebagai Bintang Aktivis Kampus Wisuda ke-96 UIN Imam Bonjol Padang.
Penerima penghargaan dari FTK yakni Okta Farhan Syahendra dan Sonya Putri Nelta, sedangkan dari FUSA yakni Nabil Makarim dan Rikka Rahim.
Rektor Dorong Alumni Berkontribusi di Masyarakat
Rektor UIN Imam Bonjol Padang, Prof. Dr. Hj. Martin Kustati, M.Pd., menyampaikan harapan agar seluruh lulusan mampu menjadi alumni yang memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat melalui ilmu dan kompetensi yang dimiliki.
Menurutnya, lulusan UIN Imam Bonjol Padang tidak hanya dituntut unggul secara akademik, tetapi juga harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman dan memiliki keterampilan yang memadai.
Para sarjana juga didorong berani menciptakan peluang kerja di tengah dinamika dunia profesional.
Martin mengimbau lulusan agar tidak hanya berorientasi menjadi aparatur sipil negara (ASN). Alumni diharapkan membuka diri terhadap berbagai profesi dan peluang kewirausahaan yang dapat memberikan manfaat bagi diri sendiri maupun masyarakat.
Sementara itu, Ketua Senat UIN Imam Bonjol Padang, Prof. Dr. H. Awis Karni, M.Ag., berharap para alumni dapat segera mengambil peran di tengah masyarakat.
“Saya Ketua Senat mengharapkan bahwa alumni bergerak di tengah masyarakat karena mereka ditunggu oleh masyarakat,” ujarnya.
Menurut Awis, salah satu kewajiban wisudawan adalah ikut mencerahkan kehidupan masyarakat. Karena itu, ia menekankan bahwa tidak seharusnya ada istilah menganggur bagi alumni UIN Imam Bonjol Padang.
Ia kemudian mengutip pandangan Prof. Amir Syarifuddin, Rektor UIN Imam Bonjol Padang yang saat itu masih berstatus IAIN dan menjabat pada 1983–1992, bahwa jika mahasiswa atau alumni UIN menganggur, hal tersebut merupakan persoalan yang harus menjadi perhatian.
Pesan tersebut menjadi penegasan agar para lulusan tidak berhenti setelah menyelesaikan pendidikan, tetapi mampu mengamalkan ilmu, memasuki dunia profesional, menciptakan peluang, dan mengambil peran nyata di tengah masyarakat.(*)
Editor : Heri Sugiarto