Gerhana Matahari Total Langka 12 Agustus 2026 Diiringi Hujan Meteor Perseid, NASA Siapkan Siaran Langsung

Heri Sugiarto • Dipublikasikan Minggu, 2 Agustus 2026 | 17:36 WIB
Gerhana matahari total terlihat di Dallas, Texas pada hari Senin, 8 April 2024.(Foto: Dok. NASA/ Keegan Barber)
Gerhana matahari total terlihat di Dallas, Texas pada hari Senin, 8 April 2024.(Foto: Dok. NASA/ Keegan Barber)

PADEK.JAWAPOS.COM – Fenomena langit langka akan menghiasi belahan Bumi utara pada Rabu, 12 Agustus 2026 waktu setempat, ketika gerhana matahari total melintasi Spanyol daratan untuk pertama kalinya dalam lebih dari satu abad.

Peristiwa astronomi ini semakin istimewa karena bertepatan dengan fenomena planet parade enam planet sebelum fajar, puncak hujan meteor Perseid pada malam hari, serta berbagai eksperimen ilmiah yang akan dilakukan NASA.

Gerhana matahari total akan melintasi Greenland, Islandia, Samudra Atlantik, Spanyol, sebagian kecil Portugal, hingga Rusia bagian utara (Siberia utara) saat Matahari, Bulan dan Bumi berada dalam satu garis lurus.

Lintasan gerhana dimulai dari kawasan dekat Kutub Utara sebelum bergerak ke selatan. Bayangan inti Bulan (umbra) akan menempuh jalur sekitar 5.130 mil (8.260 kilometer) dalam waktu sekitar 1,5 jam, dengan sebagian besar lintasannya berada di atas Samudra Atlantik.

Baca Juga: Fenomena “Halo Matahari” di Langit Padang: Keindahan Atmosfer, Bukan Alarm Bencana

Durasi totalitas terpanjang mencapai 2 menit 18 detik dan terjadi di lepas pantai barat Islandia.

Saat bayangan Bulan memasuki Portugal dan Spanyol menjelang matahari terbenam, durasi gerhana total berkurang menjadi sekitar satu menit hingga sedikit lebih dari satu menit, bergantung pada lokasi pengamatan.

Meski berlangsung relatif singkat di Spanyol, fenomena tersebut diperkirakan akan menarik perhatian jutaan warga dan pemburu gerhana dari berbagai negara.

Gerhana Sebagian Terlihat di Belahan Bumi Utara

Selain wilayah yang berada di jalur totalitas, ratusan juta orang juga berkesempatan menyaksikan gerhana matahari sebagian.

Baca Juga: BMKG Pangkas Peringatan Tsunami Jadi Kurang dari 3 Menit, SMONG Jadi Andalan

Fenomena ini diperkirakan dapat diamati dari sebagian wilayah Amerika Serikat (mulai Alaska hingga North Carolina), sebagian besar Kanada, sebagian besar Eropa, Afrika Barat Laut, hingga Siberia.

Besarnya cakupan Matahari yang tertutup Bulan berbeda di setiap wilayah. Dublin diperkirakan mengalami penutupan hingga 94 persen, Oslo 83 persen, Montreal 18 persen, New York 9 persen, dan Norfolk, Virginia sekitar 2 persen.

Para pengamat diimbau menggunakan kacamata khusus gerhana selama masih ada bagian Matahari yang terlihat.

Mengamati Matahari secara langsung tanpa pelindung yang sesuai dapat menyebabkan kerusakan mata permanen.

Planet Parade dan Puncak Hujan Meteor Perseid

Fenomena astronomi pada 12 Agustus 2026 tidak hanya menghadirkan gerhana matahari total.

Sebelum matahari terbit, enam planet diperkirakan tampak bersamaan membentuk lengkungan di langit timur dalam fenomena yang dikenal sebagai planet parade.

Baca Juga: Hacker Asal Perawang Masuk Hall of Fame NASA usai Temukan Celah Keamanan Sistem

Setelah malam tiba, hujan meteor Perseid diperkirakan mencapai puncaknya bertepatan dengan fase Bulan baru.

Kondisi langit yang gelap akan memberikan peluang pengamatan meteor yang lebih baik, sementara selama fase totalitas beberapa planet terang dan bintang juga berpotensi terlihat.

NASA Siarkan Langsung dan Lakukan Penelitian

Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) akan menyiarkan gerhana matahari total secara langsung melalui platform digital resminya di X, Facebook, dan Instagram.

Siaran tersebut akan menampilkan pengamatan dari berbagai lokasi di jalur totalitas serta wawancara dengan para ilmuwan.

Menurut jadwal NASA, siaran dimulai pada 12 Agustus pukul 13.15 EDT (13 Agustus pukul 00.15 WIB). Fase totalitas diperkirakan mulai terlihat di Islandia pada pukul 13.45 EDT (13 Agustus pukul 00.45 WIB), sebelum mencapai Spanyol pada pukul 14.28 EDT (13 Agustus pukul 01.28 WIB).

Selain menyiarkan gerhana, NASA juga akan melaksanakan sejumlah eksperimen ilmiah di sepanjang jalur totalitas.

Tim ilmuwan yang didanai NASA akan menggunakan pesawat riset WB-57 berketinggian tinggi untuk mempelajari dinamika korona Matahari, yaitu lapisan atmosfer terluar Matahari yang hanya tampak jelas saat gerhana total.

Sementara itu, Nationwide Eclipse Ballooning Project yang didukung NASA akan mengirim mahasiswa dari sejumlah universitas di Amerika Serikat ke Islandia dan Spanyol untuk menerbangkan balon ilmiah sebelum, selama, dan setelah gerhana.

Penelitian tersebut bertujuan mengamati dampak berkurangnya cahaya Matahari secara sementara terhadap atmosfer Bumi.

NASA juga akan merilis dokumentasi foto gerhana setelah fenomena berlangsung, bergantung pada kondisi cuaca di lokasi pengamatan.

Pemburu Gerhana Bersiap

Pakar pemetaan gerhana Michael Zeiler termasuk salah satu pemburu gerhana yang telah menyiapkan perjalanan khusus untuk menyaksikan fenomena tersebut.

Gerhana pada 12 Agustus 2026 akan menjadi gerhana matahari total ke-13 yang ia amati. Zeiler berencana mengikuti pengamatan dari kapal pesiar di sebuah fjord di Greenland sambil bertugas sebagai dosen tamu.

Ia bahkan akan mengarahkan kamera ke langit utara untuk mencoba merekam kemungkinan munculnya aurora selama fase totalitas apabila aktivitas Matahari mendukung.

"Yang membuat saya bersemangat adalah menyaksikan fenomena-fenomena langka," kata Zeiler.

Gerhana matahari total 2026 juga menjadi awal dari rangkaian gerhana besar yang akan melintasi kawasan tersebut. Pada musim panas 2027, Spanyol kembali akan dilintasi gerhana matahari total dengan durasi sekitar 6 menit 30 detik, sebelum jalurnya berlanjut menuju Afrika Utara dan Timur Tengah.(AP/NASA)

Editor : Heri Sugiarto
gerhana matahari total 2026 jadwal gerhana matahari WIB parade enam planet hujan meteor Perseid nasa