Rektor UIN Imam Bonjol Jajaki Kerja Sama Akademik dan Short Course Mahasiswa dengan India

Heri Sugiarto • Dipublikasikan Selasa, 25 Agustus 2026 | 16:12 WIB
Rektor UIN Imam Bonjol Padang Martin Kustati bertemu Konsul Jenderal India di Medan. (Foto: Humas UIN IB)
Rektor UIN Imam Bonjol Padang Martin Kustati bertemu Konsul Jenderal India di Medan. (Foto: Humas UIN IB)

PADEK.JAWAPOS.COM — Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang, Prof. Dr. Martin Kustati, melakukan kunjungan ke Konsulat Jenderal India di Medan dan bertemu dengan Konsul Jenderal India, Mr. Ravi Shanker Goel, Selasa, 25 Agustus 2026.

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya UIN Imam Bonjol Padang menjajaki peluang kerja sama akademik, kelembagaan, dan pengembangan sumber daya manusia dengan berbagai institusi di India.

Dalam kunjungan itu, Rektor didampingi Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kepala Pusat International Office dan SDGs UIN Imam Bonjol Padang. Pertemuan berlangsung dalam suasana konstruktif dengan membahas sejumlah peluang kerja sama yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan.

Prof. Dr. Martin Kustati menyampaikan, India memiliki potensi besar untuk menjadi mitra strategis UIN Imam Bonjol Padang. Kerja sama ke depan diharapkan tidak hanya terbatas pada kerja sama kelembagaan, tetapi juga menghasilkan program yang memberikan manfaat langsung bagi mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan.

Peluang Short Course ke India

Salah satu peluang yang menjadi perhatian dalam pertemuan tersebut adalah pengembangan program short course ke India yang terbuka bagi mahasiswa, dosen, maupun tenaga kependidikan UIN Imam Bonjol Padang.

Bagi mahasiswa, short course dapat diarahkan untuk memperkuat wawasan akademik dan pengalaman internasional melalui pembelajaran di perguruan tinggi India, pengenalan budaya, kunjungan akademik, serta interaksi dengan mahasiswa dan akademisi dari berbagai negara.

Bagi dosen, program tersebut dapat dikembangkan dalam bentuk penguatan kompetensi akademik, visiting program, academic training, collaborative research, pengembangan jejaring keilmuan, serta kegiatan akademik lainnya.

Sementara bagi tenaga kependidikan, program dapat diarahkan pada peningkatan kompetensi profesional dan manajerial, pengelolaan layanan pendidikan tinggi, pengembangan sistem administrasi perguruan tinggi, digitalisasi layanan, serta praktik baik tata kelola perguruan tinggi di India.

“Peluang short course ini sangat menarik karena dapat melibatkan seluruh unsur sivitas akademika. Bukan hanya mahasiswa, tetapi juga dosen dan tenaga kependidikan. Dengan demikian, internasionalisasi dapat berjalan secara lebih menyeluruh dan memberikan dampak terhadap peningkatan kualitas institusi,” ujar Prof. Dr. Martin Kustati.

Konjen India Serahkan Buku untuk India Corner

Dalam pertemuan tersebut, Konsul Jenderal India Mr. Ravi Shanker Goel juga menyerahkan sejumlah buku kepada UIN Imam Bonjol Padang untuk mendukung pengembangan India Corner di lingkungan universitas.

Buku-buku tersebut diharapkan menjadi sumber literasi bagi mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, dan masyarakat kampus untuk mengenal lebih jauh India, termasuk sejarah, budaya, pendidikan, perkembangan ilmu pengetahuan, masyarakat, serta hubungan India dengan Indonesia.

India Corner ke depan diharapkan tidak sekadar menjadi ruang koleksi buku, tetapi berkembang menjadi pusat literasi, informasi, dan interaksi akademik-kebudayaan India di UIN Imam Bonjol Padang.

Ruang tersebut dapat dimanfaatkan untuk kegiatan diskusi, seminar, cultural exchange, pemutaran film, pameran, serta penyebarluasan informasi mengenai pendidikan dan peluang kerja sama dengan institusi di India.

Perluas Jejaring Internasional

Selain short course, pembahasan kerja sama juga membuka peluang pengembangan berbagai program lain, seperti student mobility, faculty mobility, staff mobility, joint research, guest lecturer, international conference, internship, collaborative community service, dan kegiatan pertukaran budaya.

Kepala Pusat International Office dan SDGs menyampaikan, peluang kerja sama dengan India akan ditindaklanjuti melalui pemetaan perguruan tinggi dan institusi yang relevan. Langkah tersebut diarahkan agar kerja sama yang dibangun dapat menghasilkan program yang konkret dan terukur.

Penguatan kerja sama dengan India menjadi bagian dari strategi UIN Imam Bonjol Padang dalam memperluas jejaring global sekaligus memberikan lebih banyak akses internasional bagi sivitas akademika.

Kunjungan pada 25 Agustus 2026 menjadi langkah strategis dalam membangun hubungan akademik dan kebudayaan yang lebih erat antara UIN Imam Bonjol Padang dan India.

Melalui kerja sama yang konkret, UIN Imam Bonjol Padang optimistis hubungan dengan India dapat berkembang menjadi kemitraan yang memberikan manfaat bagi peningkatan kualitas pendidikan, sumber daya manusia, penelitian, dan internasionalisasi universitas.(*)

Editor : Heri Sugiarto
kerja sama India short course ke India India Corner Martin Kustati UIN Imam Bonjol Padang