PADEK.JAWAPOS.COM — Universitas Bung Hatta (UBH) resmi membuka pendaftaran mahasiswa baru Program Studi Kedokteran pada Semester Juli–Desember 2026 setelah izin penyelenggaraan program studi tersebut terbit.
Pembukaan program studi tersebut ditetapkan melalui Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 961/B/O/2026 pada 31 Agustus 2026.
Dalam penyelenggaraan pendidikan, UBH menggandeng Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FK UI) melalui kerja sama pengampuan untuk memastikan Program Studi Pendidikan dan Profesi Dokter memenuhi standar nasional hingga mampu berkembang secara mandiri.
Kerja sama tersebut telah ditandatangani Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FK UI), Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, Sp.PD-KGEH, MMB, dan Rektor UBH, Prof. Dr. Diana Kartika.
Ketua Badan Pembina Yayasan Pendidikan Bung Hatta, Prof. Ganefri, Ph.D., mengatakan pembukaan Program Studi Kedokteran merupakan bagian dari pengembangan UBH menuju perguruan tinggi yang semakin unggul dan berdampak.
Ganefri menjelaskan, kerja sama pengampuan Fakultas Kedokteran UI dan UBH mencakup penyusunan pedoman serta evaluasi keberhasilan studi peserta didik, persiapan metode seleksi mahasiswa baru, dan pelatihan tenaga pendidik UBH.
"Pelatihan tersebut mencakup metode pembelajaran aktif, e-learning, course organizer, dan pembimbing akademik," kata Ganefri.
Dalam tahap penyelenggaraan, UI berperan dalam pelaksanaan seleksi penerimaan mahasiswa baru, sementara UBH membantu penyelenggaraannya.
UI juga mengirimkan tenaga pendidik sebagai narasumber, memberikan pelatihan bagi calon tenaga pendidik dan kependidikan UBH, serta mengadakan workshop persiapan modul setiap awal semester.
"Kerja sama tersebut juga mencakup program magang tenaga kependidikan dan laboran UBH di UI, pembinaan kegiatan akademik dan sistem manajemennya, serta pelaksanaan progress test mahasiswa," katanya.
Pada tahap pengembangan dan pembinaan, UI memberikan pelatihan pengelolaan dan evaluasi kurikulum serta pendampingan persiapan Rumah Sakit Pendidikan dan akreditasi program studi.
Pendampingan tersebut mencakup persiapan kemandirian program studi sebagai Fakultas Kedokteran serta pembinaan terhadap Tim Penjaminan Mutu Akademik UBH.
Dukungan Tenaga Pendidik UI Bertahap Lima Tahun
Dukungan tenaga pendidik UI dalam pengampuan Program Studi Kedokteran UBH disepakati berlangsung secara bertahap selama lima tahun.
UI berkewajiban menetapkan standar dan tata cara kegiatan akademik, melakukan penilaian ujian seleksi masuk, serta mengirimkan tenaga pendidik sebagai narasumber dengan kualifikasi minimal pendidikan S2.
Materi yang diajarkan dalam pengampuan diarahkan sesuai dengan Standar Kompetensi Dokter Indonesia (KKI 2012).
Sementara itu, UBH menyediakan sumber daya manusia berupa tenaga pendidik dan tenaga kependidikan. UBH juga menyediakan dokter spesialis dari rumah sakit pendidikan atau lokal untuk diperbantukan selama dosen biomedik UBH menempuh pendidikan S2 Biomedik di UI.
Selain sumber daya manusia, UBH menyediakan sarana dan fasilitas, Rumah Sakit Pendidikan, serta akomodasi dan kebutuhan perjalanan yang layak dan aman bagi dosen atau tenaga pendidik UI.
“Dengan pengalaman UBH dalam membangun budaya mutu dan dukungan seluruh sivitas akademika, kami ingin Fakultas Kedokteran menjadi salah satu pusat pendidikan dokter yang diperhitungkan di tingkat nasional. Yang paling penting adalah bagaimana menghasilkan dokter yang unggul secara keilmuan sekaligus kuat dalam karakter dan nilai kemanusiaan,” ujarnya.
Pendaftaran Mahasiswa Baru Dibuka
Dengan telah terbitnya izin penyelenggaraan, UBH membuka kesempatan bagi lulusan SMA/MA atau sederajat untuk menjadi bagian dari angkatan pertama Program Studi Kedokteran pada Semester Juli–Desember 2026.
Program Studi Pendidikan Dokter jenjang Sarjana menjadi tahap awal pendidikan sebelum mahasiswa melanjutkan ke pendidikan profesi dokter sesuai dengan ketentuan pendidikan kedokteran yang berlaku.
Kehadiran program studi tersebut juga memberikan pilihan bagi calon mahasiswa dari Sumatera Barat, Riau, Jambi, Kepulauan Riau, Sumatera Utara, dan berbagai daerah lainnya untuk menempuh pendidikan kedokteran di perguruan tinggi swasta.
Pendidikan dokter UBH akan mengintegrasikan penguasaan ilmu kedokteran dengan keterampilan klinis, kemampuan berpikir kritis, nilai kemanusiaan, etika profesi, serta kepedulian terhadap kesehatan masyarakat.
"Lulusan diharapkan tidak hanya memiliki kompetensi akademik dan klinis, tetapi juga karakter, integritas, empati, dan tanggung jawab sosial," kata Ganefri.
Dengan pendidikan kedokteran berbasis kompetensi, kekhasan Neurosains, nilai-nilai Kebunghattaan, dukungan fasilitas akademik, serta jejaring rumah sakit dan fasilitas kesehatan, UBH berkomitmen menyiapkan dokter yang kompeten, profesional, humanis, dan berintegritas.(*)
Editor : Heri Sugiarto