UNP dan KIDS Jepang Ajari Siswa SD Padang Mitigasi Bencana Gempa-Tsunami

Heri Sugiarto • Dipublikasikan Kamis, 3 September 2026 | 07:43 WIB
Mahasiswa Jepang yang tergabung program Kyoto & Kansai University Disaster Prevention School (KIDS) saat mempresentasikan mitigasi gempa kepada Siswa SDN 18 dan SDN 19 Kota Padang. (Foto: KKPS UNP)
Mahasiswa Jepang yang tergabung program Kyoto & Kansai University Disaster Prevention School (KIDS) saat mempresentasikan mitigasi gempa kepada Siswa SDN 18 dan SDN 19 Kota Padang. (Foto: KKPS UNP)

PADEK.JAWAPOS.COM — Universitas Negeri Padang (UNP) bersama Kyoto University dan Kansai University, Jepang, memberikan edukasi kebencanaan kepada siswa sekolah dasar di Kota Padang.

Kegiatan international community service atau Pengabdian Kepada Masyarakat Internasional tersebut memberikan pemahaman mengenai gempa bumi, tsunami, mitigasi, serta langkah-langkah penyelamatan diri.

Kota Padang memiliki potensi gempa bumi dan tsunami karena wilayah pesisir baratnya berhadapan dengan zona sumber gempa Megathrust Mentawai-Siberut. Zona tersebut merupakan bagian dari kawasan subduksi aktif akibat penunjaman Lempeng Indo-Australia ke bawah Lempeng Eurasia. Kondisi ini membuat edukasi dan kesiapsiagaan bencana menjadi penting bagi masyarakat, termasuk siswa sekolah dasar

Direktur Kerja Sama, Reputasi, dan Internasionalisasi UNP, Prof. Rusnardi Rahmat Putra, S.T., M.T., Ph.D., Eng., mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Kyoto & Kansai University Disaster Prevention School (KIDS).

“Kegiatan ini adalah sosialisasi edukasi tentang gempa, tsunami, dan mitigasinya yang dilaksanakan oleh KIDS. Tugasnya menyosialisasikan edukasi kepada masyarakat, terutama sekolah dasar,” ujar Prof. Rusnardi saat ditemui Kantor Komunikasi dan Pemasaran Strategis, Rabu (2/9/2026), di sela-sela sosialisasi di SDN 18 Padang.

KIDS Berlangsung Sejak 2005

Menurut Prof. Rusnardi, kegiatan KIDS telah berlangsung sejak 2005 setelah bencana gempa dan tsunami Aceh.

Pelaksanaan pada tahun sebelumnya dilakukan di Banda Aceh. Sementara tahun ini kegiatan dipusatkan di Kota Padang dengan mempertimbangkan potensi gempa dan tsunami di wilayah tersebut.

Edukasi terutama diarahkan kepada sekolah dasar yang berada di kawasan rawan gempa dan tsunami.

Pemilihan siswa sekolah dasar juga mempertimbangkan peran mereka dalam meneruskan pengetahuan kebencanaan kepada teman, orang tua, dan keluarga.

“Anak SD merupakan kelompok berumur panjang yang mudah menyampaikan kepada teman-temannya, orang tuanya, dan keluarganya bahwa potensi itu ada dan bagaimana cara menyelamatkan diri. Mereka juga dikenalkan dengan mekanisme terjadinya bencana meskipun masih dalam konsep dasar,” katanya.

Libatkan Profesor dan Mahasiswa Jepang

Dalam kegiatan tersebut, UNP berkolaborasi dengan Kyoto University yang diwakili Prof. Junji Kiyono dan Kansai University yang diwakili Prof. Yoshiro Okumura.

Keduanya turut membawa mahasiswa untuk terlibat langsung dalam kegiatan edukasi di sekolah.

“Delegasi dari Jepang berjumlah delapan orang yang terdiri atas dua profesor dan mahasiswa dari kedua universitas. Sementara dari UNP, kegiatan melibatkan Prof. Rusnardi serta mahasiswa relawan dari berbagai bidang, termasuk kedokteran, teknik sipil, program magister, dan sarjana,” terang Prof. Rusnardi.

Selain memberikan edukasi kepada masyarakat, kegiatan tersebut menjadi ruang pertukaran pengetahuan antara UNP dengan kedua perguruan tinggi Jepang.

“UNP tidak hanya memfasilitasi dalam bentuk akomodasi, tetapi juga dalam bentuk knowledge. Kita juga menyampaikan kepada mahasiswa-mahasiswa dari Jepang mengenai kondisi dan pengetahuan kebencanaan di sini,” ujarnya.

Didukung Pemko Padang

Kegiatan international community service tersebut mendapat dukungan Pemerintah Kota Padang, khususnya Dinas Pendidikan Kota Padang dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang.

Dukungan tersebut mencakup fasilitasi dan koordinasi dengan sekolah-sekolah yang menjadi lokasi kegiatan.

“Dinas Pendidikan Kota Padang dan BPBD Kota Padang memberikan support yang luar biasa. Mereka membantu mengirimkan sekolah-sekolah dan mendukung setiap kegiatan,” kata Prof. Rusnardi.

Kolaborasi UNP dengan Kyoto University dan Kansai University serta dukungan pemerintah daerah tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan edukasi kebencanaan bagi masyarakat, khususnya siswa sekolah dasar di Kota Padang.

Kegiatan ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 4 tentang Pendidikan Bermutu (Quality Education) melalui peningkatan pengetahuan kebencanaan.

Selain itu, program tersebut mendukung SDG 11 tentang Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan (Sustainable Cities and Communities) melalui penguatan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi bencana.

Kolaborasi tersebut juga mendukung SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan (Partnerships for the Goals) melalui kerja sama UNP dengan perguruan tinggi Jepang dan pemerintah daerah.(*)

Editor : Heri Sugiarto
edukasi kebencanaan Padang Kyoto University Kansai University mitigasi gempa tsunami unp