Industri Pertambangan Butuh Talenta Muda, PT Agincourt Resources Gelar OlympiAR 2026

Suryani • Dipublikasikan Selasa, 8 September 2026 | 17:56 WIB
Gelaran roadshow OlympiAR 2026 di UNP, Selasa (8/9). Diharapkan semakin banyak mahasiswa dari Sumatra dan Sumbar ikut ajang dwitahunan ini. (SURYANI/PADEK)
Gelaran roadshow OlympiAR 2026 di UNP, Selasa (8/9). Diharapkan semakin banyak mahasiswa dari Sumatra dan Sumbar ikut ajang dwitahunan ini. (SURYANI/PADEK)
PADEK.JAWAPOS.COM—PT Agincourt Resources (PTAR) membuka ajang kompetisi ilmiah bertajuk Olympiade Agincourt Resources (OlimpiAR) 2026. Roadshow  OlympiAR  digelar di Universitas Negeri Padang (UNP) Selasa (8/9). Diikuti 550 peserta merupakan mahasiswa dari berbagai universitas di Sumbar.

Ini merupakan kompetisi geosains nasional yang diselenggarakan PTAR bersama Masyarakat Geologi Ekonomi Indonesia (MGEI). Kompetisi dwitahunan ini merupakan pengembangan dari E-Coaching Jam (ECJ), program yang diinisiasi dan diimplementasikan PTAR sejak 2014.

Hingga 2024, ECJ telah menghubungkan lebih dari 5.000 mahasiswa di berbagai wilayah Indonesia dengan puluhan pakar beragam bidang. Melalui OlympiAR, pembelajaran tersebut dibawa ke kompetisi berbasis data dan studi kasus nyata industri yang akan mendorong kompetensi yang semakin dibutuhkan dari generasi profesional pertambangan masa depan.

Baca Juga: Liga Champions 2026/27 Resmi Masuk Fase Liga: 36 Tim, Format dan Jadwal Lengkap

Senior Manager Corporate Communications PT Agincourt Resources, Katarina Siburian Hardono mengatakan, melalui roadshow OlympiAR di UNP, PTAR ingin membuka akses lebih luas agar semakin banyak mahasiswa dari Sumatra berani mengambil tempat dan bersaing dalam arena nasional yang sama, dengan tahapan dan standar penilaian yang sama bagi seluruh peserta.

“Tahun ini, di luar kategori juara nasional, OlympiAR 2026 juga memberikan apresiasi kepada tim terbaik asal Sumatra untuk mendorong perluasan partisipasi. Apresiasi ini tidak memengaruhi proses penilaian maupun penetapan juara utama nasional,” ujarnya.

Memasuki tahun ketiga penyelenggaraannya sejak dimulai pada tahun 2022, OlympiAR hadir sebagai wadah strategis dalam menjaring dan menggembleng talenta muda untuk menjawab tantangan masa depan industri pertambangan.

Baca Juga: Bandara Soetta hingga Halim Dibuka, Pilot Wajib Pahami Restricted Polygon

Tahun ini, OlympiAR mengangkat tema Orebody to Ecosystem – Integrating Mining Performance and Environmental Resilience ". Tema tersebut untuk memberikan dorongan serta pemahaman baru bagi mahasiswa mengenai pentingnya tata kelola pertambangan yang bertanggung jawab dan berwawasan lingkungan.

‎Ia mengatakan, pemenang utama berpeluang mengikuti program magang di Tambang Emas Martabe, Batang Toru, Tapanuli Selatan, Sumatra Utara.  Total hadiah OlympiAR 2026 mencapai Rp150 juta.

“Juara I akan memperoleh Rp50 juta, tablet, dan kesempatan magang di Tambang Emas Martabe, Tapanuli Selatan, Sumatra Utara. Juara II bakal memperoleh Rp30 juta, juara III Rp20 juta. Adapun, Harapan I dan Harapan II berhak mendapat masing-masing Rp10 juta. Dan berbagai hadiah lainnya,” ujarnya.

Baca Juga: Pemkab Dharmasraya Aspal Enam Ruas Jalan September Ini, Ini Lokasinya

Ketua Masyarakat Geologi Ekonomi Indonesia (MGEI) Rosalyn Wullandhary menyampaikan apresiasi dan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh elemen yang telah memberikan dukungan penuh hingga terselenggaranya kegiatan ini. ‎

‎"OlympiAR adalah inisiatif PT Agincourt Resources untuk pengembangan talenta muda dan masa depan industri pertambangan. Sejak diselenggarakan dari tahun 2022 hingga 2024 dan kini memasuki tahun ketiga di 2026, jumlah peserta terus menunjukkan antusiasme yang semakin besar, baik bagi mahasiswa maupun bagi sektor industri," ujar Rosalyn dalam sambutannya secara daring.

‎Menurutnya, program ini membawa pembelajaran yang jauh lebih dekat dengan praktik industri nyata, penerapan data dan teknologi modern, serta pengalaman lapangan yang utuh.

Baca Juga: IndexPolitica: Andi Amran Sulaiman Raih Kinerja Tertinggi, Bukan Popularitas

‎"Pertambangan masa depan membutuhkan lebih dari sekadar kemampuan teknis (hard skills). Industri ini memerlukan talenta yang memiliki kemampuan mengambil keputusan strategis yang selaras antara kinerja pertambangan (mining performance) dan perlindungan lingkungan (environmental awareness). Karena itu, ajang hari ini bukan hanya tempat untuk mendengarkan, melainkan wadah untuk bertanya, membenturkan perspektif, dan memahami tantangan industri secara lebih baik," ujarnya.

‎General Manager Operations Agincourt Resources Wira Dharma Putra mengungkapkan, esensi dari kompetisi dan pembelajaran ini bukan sekadar mencari siapa yang paling cepat menemukan jawaban, melainkan siapa yang berani mengajukan pertanyaan yang lebih baik.

‎"Melalui tema ini kita diajak untuk melihat kegiatan pertambangan sebagai bagian dari satu kesatuan ekosistem. Semua hal harus dilakukan secara bertanggung jawab. Prinsip dasarnya adalah apa yang kita ambil dari bumi harus mampu kita kembalikan dengan baik kepada bumi dan masyarakat. Tantangan besar ini tidak bisa diselesaikan oleh satu pihak saja,” tegas Wira.

Baca Juga: Penjual dan Pembeli Sabu Diciduk Bersamaan, Polisi Sita Timbangan Digital di Sitiung

‎Ia menambahkan, industri butuh generasi baru yang menguasai informasi dan teknologi, serta memiliki kapasitas kepemimpinan untuk menghubungkan berbagai pihak demi melahirkan solusi yang nyata.

‎"Hadirnya OlympiAR di Universitas Negeri Padang diharapkan mampu membawa energi dan ide-ide terbaik dari mahasiswa Indonesia. Pesan saya sederhana: beranilah berpikir kritis, pertanyakan asumsi-asumsi yang ada, dan manfaatkan teknologi serta informasi yang mungkin belum pernah terpikirkan sebelumnya. Suatu hari nanti, kalian yang hadir di sini yang akan memegang tampuk kepemimpinan dan manajemen industri," pesan Wira memberikan semangat.

‎Sementara itu, ‎Wakil Rektor IV UNP, Deski Beri menilai OlympiAR sebagai ruang kolaborasi yang sangat bernilai tinggi bagi dunia pendidikan tinggi.

Baca Juga: Berawal dari Kebutuhan Petani, Unand dan PLN Wujudkan Pompanisasi Surya di Tanahdatar

‎"Atas nama Universitas Negeri Padang, kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya. Kami memandang OlympiAR sebagai ruang pembelajaran dan kolaborasi yang sangat baik karena mempertemukan kampus, industri, organisasi profesi, dan mahasiswa dalam satu ekosistem pengembangan pengetahuan yang disertai dengan pembinaan langsung," ungkap Deski Beri.

‎Menurutnya, sektor pertambangan memiliki peran sentral dalam menyediakan pasokan sumber daya mineral untuk pembangunan infrastruktur serta transformasi teknologi global. Namun, proses eksplorasi dan eksploitasi tersebut harus berjalan seiring dengan komitmen menjaga keseimbangan alam.

‎"Keberhasilan industri pertambangan tidak hanya diukur dari seberapa optimal sumber daya mineral dapat dieksploitasi dan dimanfaatkan, tetapi juga dari seberapa baik kita menjaga keseimbangan lingkungan dan keberlanjutan jangka panjang. Dalam konteks ini, mahasiswa memiliki posisi yang sangat strategis tidak hanya untuk memahami keilmuan, tetapi juga menjadi agen perubahan bagi industri yang berkelanjutan," pungkasnya.

Baca Juga: 650 Warga Mulai Pulang, Pertamina Bantu Pemulihan Pascaerupsi Sinabung

‎Acara berlangsung dengan penuh antusiasme dari para mahasiswa yang siap bersaing menyumbangkan gagasan dan inovasi terbaik mereka demi masa depan pertambangan Indonesia. (eni)

Editor : Adetio Purtama
PT Agincourt Resources OlympiAR 2026 unp talenta muda pertambangan