Target Submit 17 September, UNP Matangkan Dokumen Akreditasi Bersama BAN-PT

Heri Sugiarto • Dipublikasikan Jumat, 11 September 2026 | 19:28 WIB
FGD penyusunan akreditasi perguruan tinggi UNP bersama Direktur Dewan Eksekutif Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT), Prof. Dr. Ir. Ari Purbayanto, M.Sc., sebagai narasumber, Jumat (11/9/2026), (Foto: KKPS UNP)
FGD penyusunan akreditasi perguruan tinggi UNP bersama Direktur Dewan Eksekutif Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT), Prof. Dr. Ir. Ari Purbayanto, M.Sc., sebagai narasumber, Jumat (11/9/2026), (Foto: KKPS UNP)

PADEK.JAWAPOS.COM — Universitas Negeri Padang (UNP) mematangkan penyusunan dokumen akreditasi perguruan tinggi dengan menggelar Focus Group Discussion (FGD) bersama Direktur Dewan Eksekutif Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT), Prof. Dr. Ir. Ari Purbayanto, M.Sc., Jumat (11/9/2026).

FGD yang berlangsung di Ballroom UNP Hotel & Convention tersebut menjadi bagian dari proses penyusunan dokumen akreditasi perguruan tinggi UNP. Kegiatan diikuti pimpinan universitas, pimpinan fakultas dan sekolah, serta tim yang terlibat dalam penyusunan dokumen akreditasi.

Rektor UNP Ir. Krismadinata, Ph.D., saat membuka kegiatan mengatakan, akreditasi menjadi bagian penting dalam mengukur pelaksanaan tridarma perguruan tinggi.

Menurutnya, berbagai aspek pengelolaan perguruan tinggi, mulai dari pendidikan, tata kelola, penelitian, sumber daya manusia, hingga sarana dan prasarana, menjadi bagian yang dinilai dalam proses akreditasi.

“Akreditasi penting. Apa yang dilakukan semuanya diukur dari sini,” ujar Krismadinata.

Dalam kesempatan itu, Krismadinata juga menyampaikan upaya UNP meningkatkan mutu sumber daya manusia sebagai bagian dari pengembangan institusi. UNP menargetkan jumlah dosen bergelar doktor mencapai 1.000 orang pada 2029.

Saat ini, proporsi dosen bergelar doktor di UNP disebut telah mencapai sekitar 40 persen dengan target meningkat menjadi 66 persen.

Selain peningkatan kualifikasi akademik dosen, Krismadinata mengatakan jumlah dosen yang naik dari jabatan Lektor Kepala ke Guru Besar juga terus bertambah. Hal tersebut menjadi bagian dari upaya UNP meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memperkuat institusi.

“Jabatan dan sekolah bukan tanggung jawab pribadi lagi, tetapi tanggung jawab institusi. Tanggung jawab kita bersama,” katanya.

Rektor juga mengapresiasi kerja tim yang terlibat dalam penyusunan dokumen akreditasi. Ia berharap proses tersebut tidak hanya berorientasi pada pemenuhan dokumen, tetapi juga menjadi bahan evaluasi bagi UNP untuk melakukan perbaikan.

“Kami minta evaluasi Prof. Ari hari ini terhadap laporan kita untuk menjadi lebih baik. Apa yang kita kerjakan itu yang kita laporkan, sehingga apa yang kita cita-citakan dapat terwujud dan bermanfaat bagi anak bangsa,” ujar Krismadinata.

Sementara itu, Kepala Badan Penjaminan Mutu Internal (BPMI) UNP Prof. Dr. Abna Hidayati, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa proses penyusunan dokumen akreditasi telah dimulai sejak Juli 2026.

Persiapan kemudian dilakukan secara lebih intensif dalam tiga minggu terakhir. Kehadiran Prof. Ari dalam FGD tersebut diharapkan semakin memantapkan tim sebelum dokumen diajukan.

“Kami sudah memulai proses ini sejak Juli 2026. Intensifnya tiga minggu terakhir, dan hari ini kedatangan Prof. Ari semakin memantapkan tim untuk submit 17 September,” kata Abna.

FGD penyusunan akreditasi tersebut juga mendukung SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas melalui upaya UNP menjaga dan meningkatkan mutu penyelenggaraan pendidikan tinggi.

Penguatan sistem penjaminan mutu dan evaluasi institusi menjadi bagian penting untuk memastikan penyelenggaraan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat terus berkembang sesuai standar mutu perguruan tinggi.(*)

Editor : Heri Sugiarto
akreditasi perguruan tinggi UNP pendidikan tinggi Padang Krismadinata unp BAN-PT