UNP Peringkat 6 Nasional, Dampingi 468 Desa dan Targetkan 530 pada 2029

Heri Sugiarto • Dipublikasikan Jumat, 16 Oktober 2026 | 08:07 WIB
UNP menempati peringkat keenam nasional dengan 468 desa dampingan pada 2025. (Foto: KKPS UNP)
UNP menempati peringkat keenam nasional dengan 468 desa dampingan pada 2025. (Foto: KKPS UNP)

PADEK.JAWAPOS.COM – Universitas Negeri Padang (UNP) menempati peringkat keenam nasional sebagai perguruan tinggi dengan jumlah desa binaan terbanyak. Berdasarkan data yang dipaparkan dalam Rapat Koordinasi Nasional Forum Perguruan Tinggi dalam Pemberdayaan Masyarakat, UNP mendampingi 468 desa pada 2025 dan menargetkan jumlah tersebut meningkat menjadi 530 desa pada 2029.

Informasi tersebut disampaikan dalam Rakor Nasional bertema “Sinergi Implementasi Tridharma dalam Pemberdayaan Masyarakat yang Inklusif, Berdampak, dan Berkelanjutan” di Balairung Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW), Salatiga, Kamis (15/10/2026).

Berdasarkan paparan dalam kegiatan tersebut, jumlah desa dampingan UNP diproyeksikan mencapai 468 desa pada 2026, meningkat menjadi 488 desa pada 2027, 510 desa pada 2028, dan 530 desa pada 2029.

Rektor UNP dalam kegiatan itu diwakili Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Hubungan Internasional, Dr. rer. nat. Deski Beri, S.Si., M.Si.

Deski menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut. Menurutnya, posisi keenam nasional menjadi motivasi bagi UNP untuk memperluas jangkauan pemberdayaan masyarakat sekaligus memperkuat pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi berbasis Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).

“Alhamdulillah, raihan prestasi ini membuat UNP semakin termotivasi untuk terus memperluas jangkauan pemberdayaan masyarakat. Capaian berada di posisi ke-6 nasional ini memacu UNP untuk menguatkan implementasi Tridharma Perguruan Tinggi yang berbasis SDGs, sehingga program-program pengabdian masyarakat dan pendampingan desa benar-benar memberikan dampak nyata, inklusif, serta berkelanjutan bagi kemandirian dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Deski saat diwawancarai Kantor Komunikasi dan Pemasaran Strategis UNP.

Pendampingan Desa Berbasis SDGs

Program pembinaan dan pendampingan desa UNP diintegrasikan dengan pencapaian SDGs Desa. Kegiatan pengabdian masyarakat tersebut mencakup sejumlah bidang prioritas pembangunan berkelanjutan.

Fokusnya meliputi pengentasan kemiskinan melalui SDGs 1, peningkatan kualitas pendidikan dan literasi melalui SDGs 4, serta pengembangan ekonomi desa dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui SDGs 8.

Selain itu, UNP mengarahkan program pada penguatan inovasi dan digitalisasi nagari atau desa melalui SDGs 9, serta penanganan perubahan iklim dan ketahanan lingkungan melalui SDGs 13.

Melalui program tersebut, UNP menargetkan pendampingan desa yang tidak hanya memperluas jangkauan pengabdian perguruan tinggi, tetapi juga mendukung kemandirian dan kesejahteraan masyarakat.

Rakor nasional tersebut turut dihadiri Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar, Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal, dan Daerah Prof. Dr. rer. nat. Abdul Haris, M.Sc., serta Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Prof. Dr. Fauzan, M.Pd. (*)

Editor : Heri Sugiarto
desa binaan SDGs Desa unp Universitas Negeri Padang pemberdayaan masyarakat