Cuma saja, hingga saat ini Taram belum memiliki kuliner maupun oleh-oleh khas yang dapat dinikmati pengunjung. Butih inovasi meningkatkan nilai tambah potensi lokal yang dapat memberikan multiflier effect bagi pengelola wisata, petani, masyarakat dan lingkungan.
Politeknik Pertanian (Politani) Payakumbuh berkolaborasi dengan Politeknik Negeri Padang (PNP) melaksanakan program Penerapan Ipteks Pengembangan Wilayah (PIPK). Lewat kolaborasi ini diharapkan mampu memberikan nilai tambah potensi lokal yang bisa dijadikan oleh-oleh.
Tim pelaksana terdiri dari lima orang dosen multidisiplin ilmu yaitu, Dr Iis Ismawati SHut MSI (dosen Prodi Agribisnis Politani), Dr Nurul Fauzi SE MM Ak (dosen Akuntans PNP), Ranti Komala Dewi SS MPar MGATH (dosen Prodi Usaha Perjalanan Wisata PNP). Lalu, Ir Ermiati MSi (dosen Pengolahan Pangan Politani) dan Andrik Marta SP MP (dosen Agribisnis Politani).
“Kita mengusung konsep optimalisasi keterlibatan aktor pentahelix model yaitu pemerintah, perguruan tinggi, BUMNag, pengelola wisata dan media. Program ini bertujuan untuk mengembangkan Taram sebagai nagari wisata edukasi berbasis sistem pertanian terpadu yang sustainable dan resilient melalui pemanfaatan digital ecosystem," ujar Dr Iis.
Salah satu kegiatan yang dilaksanakan, tambah dia, pelatihan pengolahan jagung menjadi aneka makanan yang dapat dijadikan oleh-oleh wisata khas Nagari Taram di Balai Pertemuan Nagari Taram. Kegiatan yang dibuka wali nagari setempat itu, diikuti 10 orang ibu-ibu anggota kelompok UMKM Taram.
“Pariwisata sektor yang paling terguncang akibat pandemi Covid-19, kita berharap program PIPK ini mampu menjadi akselerator bagi Taram untuk bangkit, sehingga perekonomian masyarakat bertumbuh kembali. Program ini juga melibatkan sembilan orang mahasiswa yang sedang melaksanakan Project Based Learning (PBL) pada beragam mata kuliah sesuai prodi masing-masing," ujar Dr Iis ketua Tim Pelaksana.
Selain menghasilkan produk luaran proyek, juga diharapkan mampu meningkatkan skill, keterampilan dan pengalaman mahasiswa dalam menyelesaikan permasalahan yang ada di masyarakat.
Produk yang dihasilkan dari pelatihan ini terdiri dari pilus dan stik jagung. Produk stik ini luaran PBL matakuliah Proyek Usaha Mandiri dari Dewinta Zahwa Ruty mahasiswa Prodi Agribisnis Politani.
Selain itu anggota kelompok juga diberikan pengarahan oleh Ir Ermiati MSi soal bagaimana menerapkan Good Manufacturing Practice (GMP) agar produk yang dihasilkan memenuhi standar B2SA (beragam, bergizi, seimbang, dan aman).
Menurut Nanang Anwar Wali Nagari Taram produk hasil pelatihan ini sangat cocok untuk dijadikan oleh-oleh wisata Nagari Taram, karena selain rasanya enak juga tahan lama.
“Kami sangat berterima kasih kepada tim pelaksana PIPK, selain masyarakat kami mendapat tambahan ilmu dan keterampilan, juga diberi bantuan peralatan produksi lengkap, sehingga anggota kelompok bisa langsung berproduksi. Sebagai bentuk komitmen nagari, kami akan meilibatkan Bumnag dalam membantu pemasaran,” imbuhnya. (cr5)
Editor : Novitri Selvia