"Saya juga berharap apa yang dilakukan SMK Semen Padang ini diteruskan oleh sekolah lainnya yang ada di Yayasan Igasar Semen Padang. Karena program ini merupakan bagian dari kurikulum Merdeka Belajar," ujar Ketua Yayasan Igasar Semen Padang, Harry Utama, Selasa (1/11/2022).
Namun begitu, Harry mengingatkan bahwa deklarasi ini benar-benar diwujudkan dan jangan sampai ada perundungan dan kekerasan yang terjadi di SMK Semen Padang. "Jangan hanya dideklarasikan saja, tapi harus dibuktikan. Ini tantangan buat semuanya," kata Harry.
Sementara itu, Kepala SMK Semen Padang, Gusriadi mengatakan, deklarasi ini merupakan program Kementerian Pendidikan Kebudayaan dan Ristek, yaitu Penguatan Profil Pelajar Pancasila yang bertujuan untuk meningkatkan karakter siswa melalui kurikulum Merdeka Belajar.
Salah satu kegiatannya adalah adanya program anti perundungan dan stop kekerasan di sekolah. Pihaknya memilih 30 siswa untuk dijadikan Duta Anti Perundangan/Bullying dan Stop Kekerasan di SMK Semen Padang.
"Duta ini kami bentuk, karena kami ingin
semua siswa kami betul-betul menerapkan apa sebenarnya anti bullying. Pembentukan duta ini sudah kami siapkan dengan matang. Mulai dari perencanaan, dan sosialisasi dari instansi terkait, termasuk para guru juga ikut dimotivasi," kata Gustiadi.
"SMK itu intinya menyiapkan tenaga kerja dan dunia kerja itu membutuhkan tenaga kerja yang memiliki karakter dan sikap yang baik disamping skill. Makanya, kami di SMK Semen Padang mendeklarasikan anti perundungan dan stop kekerasan. Dan ini penting bagi sekolah dan juga semua siswa," ujarnya.
Hal yang sama juga disampaikan Wakil Kurikukum SMK Semen Padang, Desi Selfia. Kata dia, duta anti perundungan ini penting bagi sekolah maupun siswa, karena perundungan bisa menyebabkan siswa tidak berkembang dan tentunya ini tidak sesuai dengan profil pancasila.
"Jadi, ini yang digalakkan pemerintah sebenarnya. Dengan program anti bullying ini, mereka yang duta ini bisa mengungkapkan apa yang terjadi sebenarnya di lapangan, dan setelah itu mereka bisa menyimpulkan apa antisipasi mereka sendiri untuk mengatasi keadaan-keadaan yang mereka lihat," katanya.
Program anti bullying ini, lanjut Desi, dari siswa untuk siswa. Artinya, ketika siswa yang menjadi duta anti perundungan dan stop kekerasan ini menemukan adanya perundungan dan kekerasan di sekolah, maka siswa tersebut akan mencarikan solusi.
Setelah solusi didapatkan, maka siswa yang menjadi duta ini juga yang akan menggalakkannya solusi yang didapat ke sesama mereka. "Harapannya, anti bullying dan stop kekerasan ini tidak hanya dapat diterapkan di sekolah, tapi juga di lingkungan tempat tinggalnya," ujar Desi.
Pemilihan duta ini, sebut Desi, dilakukan melalui angket yang disebar dan dikumpul. Ada beberapa kriteria yang dinilai oleh fasilitas guru yang sebelumnya mengikuti pelatihan untuk program anti bullying ini. "Kemudian dari angket yang tersebar, didapatlah 30 dari 235 siswa SMK Semen Padang," ujarnya.(*) Editor : Hendra Efison