Kali ini mengangkat tema "Pemanfaatan Limbah Pertanian Dalam Proses Pembuatan Silase dan Amoniasi Jerami Untuk Meningkatkan Ketersediaan Pakan Ternak," Jum’at (24/11/2023).
Mungo, sebuah nagari di Kecamatan Luak, Kabupaten Limapuluh Kota, memiliki luas wilayah 11,04 km² yang sebagian besar merupakan lahan persawahan. Penduduk di daerah ini mayoritas menggantungkan mata pencahariannya pada sektor pertanian, baik sebagai petani maupun peternak.
Berdasarkan informasi yang diperoleh dari masyarakat setempat, teridentifikasi sebuah permasalahan yaitu penggunaan jerami sebagai pakan ternak tanpa melalui proses fermentasi atau pengolahan lebih lanjut, seperti pembuatan Silase dan Amoniasi Jerami.
Penyuluhan ini, dilakukan untuk memenuhi tugas Ilmu Penyuluhan Ternak yang diampu dosen, Ir Amrizal Anas MP dan Aditya Alqamal Alianta SPt MSc.
Kegiatan penyuluhan ini dilakukan di balai pertemuan kelompok peternak “Suka Maju” yang dimulai pukul 13.30 WIB dan dihadiri 8 orang anggota kelompok peternak Suka Maju.
Penyuluhan dilakukan mahasiswa yang diketuai Ramadhan Gusti Fanzio, dengan anggotanya, Debi Faddilah, Nela
Newati, Aini Mulya, Raja Manggoba Harahap, Aqsha Fallah Alhaq, dan Muhammad Al Farizi.
Pembukaan acara dilakukan ketua kelompok peternak Suka Maju, dilanjutkan dengan penyampaian kata-kata mukadimah oleh Aqsha Fallah Alhaq, Setelah itu dilanjutkan dengan penyampaian materi yang meliputi pengertian silase dan amoniasi, serta cara pengolahan, manfaat, tujuan, kandungan zat-zat yang terdapat dalam jerami.Setelah pemaparan materi dilanjutkan sesi tanya jawab dan diskusi.
Kegiatan penyuluhan silase tersebut berlangsung hangat dan antusiasme tinggi dari para anggota kelompok peternak suka maju di Jorong Pincuran Tinggi, Nagari Mungo.
Pentingnya pengolahan silase dan amoniasi jerami untuk memanfaatkan limbah pertanian Silase dan amoniasi merupakan dua teknik penyimpanan pakan ternak yang sangat efektif. Silase adalah bentuk fermentasi jerami atau hijauan lainnya untuk membuat pakan hijauan yang
dapat diawetkan sehingga bisa digunakan pada saat hijauan susah didapatkan.
Sementara itu, amoniasi adalah proses penambahan amonia berupa urea pada pakan untuk meningkatkan protein kasar. Kedua teknik ini memberikan solusi efektif untuk pemanfaatan limbah pertanian seperti jerami.
Kelompok peternak Suka Maju telah menetapkan dasar yang kuat dengan berhasil menerapkan teknik pembuatan silase dan amoniasi. Dengan dukungan penyuluhan yang berkelanjutan, diharapkan kemampuan peternak dalam mengelola pakan ternak dapat terus meningkat. Hal ini akan menjadi langkah penting dalam menghadapi tantangan dan mencapai keberlanjutan dalam sektor peternakan Kelompok peternak ini. (*) Editor : Hendra Efison