PADEK.JAWAPOS.COM-- Pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT) pada Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) 2024 di Universitas Negeri Padang (UNP) resmi dibuka oleh Prof. Ganefri, Ph.D, secara daring, Selasa (30/4/2024).
Ia berharap pelaksanaan UTBK-SNBT di UNP dapat berjalan dengan lancar sesuai prosedur yang disiapkan oleh panitia pusat. Ia juga mengingatkan para panitia di lapangan dapat memberikan pelayanan yang baik bagi para Calon Mahasiswa Baru.
"Jangan sampai hak mereka untuk mendapatkan pelayanan yang baik terabaikan sehingga merugikan para Calon Mahasiswa Baru untuk dapat berkompetisi untuk memperoleh tempat di Perguruan Tinggi Negeri di Indonesia," terangnya.
Tak hanya itu, Prof Ganefri juga mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada panitia yang bertugas hari ini dan selama pelaksanaan UTBK-SNBT untuk menyukseskan pelaksanaan sehingga berjalan dengan baik.
Ketua Pelaksana UTBK-SNBT diwakili Direktur Akademik UNP Prof. Dr. Ir. Remon Lapisa, S.T, M.T, M.Sc dalam penjelasannya mengatakan, pelaksanaan UTBK-SNBP di UNP secara keseluruhan terbagi dalam dua gelombang, yakni gelombang pertama pada tanggal 30 April dan 2-7 Mei 2024 dan Gelombang kedua pada 14 Mei 2024.
"Pada tahun 2024 ini, pelaksanaan ujian dilakukan di Pusat UTBK Kampus Utama Air Tawar Padang, dan di Sub-Pusat UTBK UNP yang berada di beranda SMAN 2 Sipora, Kabupaten Kepulauan Mentawai. Peserta yang melaksanakan ujian di UNP Padang berjumlah 21.543 peserta dan di Kepulauan Mentawai berjumlah 43 peserta," terangnya.
Remon Lapisa menjelaskan bahwa pada pelaksanaan UTBK tahun ini UNP mengalokasikan 64 Labor Komputer dengan jumlah PC sebanyak 1.415 PC utama, 64 PC pengawas dan 161 PC cadangan. Sedangkan di Kepulauan Mentawai, lanjutnya UNP menyediakan dua Labor Komputer dengan 50 PC Utama, 2 PC Pengawas dan 6 PC cadangan.
"Dalam pelaksanaannya, UNP Padang menyediakan 9 lokasi yang tersebar di seluruh fakultas di UNP yang dilaksanakan sebanyak 16 sesi dengan pelaksanaan 2 sesi perhari. Dari sekian banyak peserta terdapat 2 peserta disabilitas tunanetra dan 14 Tuna Daksa," tambahnya.
Remon Lapisa menjelaskan juga, UTBK-SNBT yang berlangsung di UNP melibatkan 1.116 pengawas, 76 orang teknisi, serta 75 orang keamanan.
"Selain itu, untuk memudahkan transportasi peserta, kita menyediakan 10 unit sepeda motor untuk memudahkan peserta agar tidak terlambat. Jika terlambat, peserta tidak bisa mengikuti ujian lagi," jabarnya.
Demi kelancaran UTBK-SNBT, UNP sendiri telah memastikan tidak ada kendala oleh PLN dalam hal jaminan pasokan listrik selama UTBK-SNBT berlangsung.
"Jadi, pihak PLN sudah memberikan jaminan tidak ada pemadaman dsn pemeliharaan listrik selama UTBK-SNBT berlangsung. Selain itu, kita juga menyiapkan beberapa genset sengaja di siapkan untuk menghindari terjadi pemadaman listrik," tutupnya.
Prof Ganefri yang juga Ketua Penanggung Jawab SNPMB 2024 membuka launching UTBK-SNBP ini secara daring melalui Zoom Meeting. Ketua Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri ini mendampingi Dirjen Dikti melaksanakan pemantauan langsung pelaksanaan UTBK di Universitas Indonesia dan Universitas Padjadjaran. (edg)
Editor : Hendra Efison