PADEK.JAWAPOS.COM-Dalam upaya mendukung pengembangan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), tim pengabdian masyarakat Politeknik Negeri Padang yang terdiri dari Dr. Fisla Wirda, SE., MSi, Herizon, ST., SST., MT dan Dr. Yulherniwati, ST., MT melakukan kegiatan pengabdian Masyarakat terhadap Usaha Kerupuk Azizah, sebuah usaha kue kering yang berlokasi di Batu Gadang Kec Lubuk Kilangan kota Padang, Provinsi Sumatera Barat.
Usaha Kerupuk Azizah, dipimpin oleh Yeni Fitra, membawahi 30 orang karyawan yang bekerja setiap hari. Varian kue kering yang diproduksi: kerupuk bawang, kerupuk bawang pedas, kerupuk ubi ungu, kerupuk kedelai, kerupuk stik kentang dan kerupuk bawang nan lamo.
Ada 2 fokus kegiatan Pengabdian Masyarakat ini, pertama aspek Produksi dan kedua aspek manajemen. Berkaitan dengan aspek Produksi Tim pengabdian masyarakat PNP menyerahkan satu unit mesin pemipih adonan otomatis dengan kapasitas 30 kg per jam.
Mesin ini diterima langsung oleh Ibu Yeni Fitra serta disaksikan oleh Lurah Batu Gadang, Bapak Syafardi dan Kepala P3M Politeknik Negeri Padang Bapak Dr. Ir.Yuhefizar, S.Kom, M. Kom.
Yeni Fitra menyampaikan terima kasih kepada tim karena semenjak berdiri tahun (2009) baru pertama kali memperoleh bantuan.
"Mesin ini yang tidak hanya meningkatkan kapasitas produksi tetapi juga memastikan kualitas produksi tetap konsisten," sebutnya.
Agar mutu produk terjamin tim juga membantu mitra merancang kemasan yang baik dan melakukan uji mutu produk melalui uji komposisi nilai gizi yang di uji di Balai Standarisasi dan Pengujian Jasa Industri Padang.
Dengan adanya kemasan dan merek yang baik dan menarik, serta memberikan informasi yang nilai gizi dan tanggal expired yang lengkap, serta barcode, akan memperkuat daya tarik dan keinginan konsumen untuk membeli produk kerupuk Azizah.
Produk akan siap bersaing dipasar yang lebih luas secara nasional dan global di pasar online. Kemasan dan merek yang terstandarisasi merupakan langkah awal untuk persiapan ke pasar online melalui digital marketing.
Berkaitan dengan aspek manajemen tim melakukan pembinaan dalam hal manajemen Pemasaran dan Manajemen Keuangan. Dalam hal pembinaan di bidang Pemasaran tim berfokus pada pelatihan pemasaran digital. Karena ditengah lesunya pasar konvensional, membuka diri untuk bergabung dalam pasar online adalah sebuah keniscayaan.
Pasar online merupakan pasar yang potensial pada saat ini, karena teknologi digital telah mengubah perilaku konsumen. Menurut Laporan Perdagangan GWI 2022, konsumen yang melakukan belanja online meningkat 36% dibanding tahun sebelumnya namun menurut data Kementerian Koperasi dan UKM, dari sekitar 65 juta lebih UMKM, baru 17,25 juta atau kurang lebih 26,5% UMKM yang terhubung ke dalam ekosistem digital.
Angka ini perlu ditingkatkan seiring perkembangan akseptasi dan preferensi masyarakat dalam berbelanja daring karena masih ada 73,5% lagi pasar digital yang belum digarap.
Oleh karena itu, tim pengabdian masyarakat memberikan pelatihan kepada pemilik dan Karyawan Kerupuk Azizah tentang penggunaan media sosial (Facebook, Instagram dan Tik Tok).
Pelatihan ini bertujuan membantu usaha kerupuk Azizah dalam memanfaatkan platform media sosial untuk meningkatkan branding, karena dengan sosial media bisa dikenal oleh audiens yang lebih luas.
Melalui pelatihan peserta dibimbing menciptakan konten yang menarik dan kreatif, yang dapat menarik perhatian audiens dan mendorong interaksi lebih lanjut. Materi pelatihan adalah Strategi efektif membuat postingan, tipe postingan, jenis konten, hastag dan caption, manajemen konten dan konsistensi, tutorial canva, tutorial capcut
Kerupuk azizah sudah memiliki akun marketplace di Shopee dan Tokopedia., namun belum dikelola dengan maksimal. Melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini, Pengelolaan market place diarahkan untuk meningkatkan penjualan melalui pelatihan Life Shopping.
Pada pelatihan ini pemilik dan karyawan diajarkan cara penjualan live streaming di market place. Berkaitan dengan pembinaan di bidang Manajemen Keuangan, tim memberikan pelatihan Sistem Aplikasi Pencatatan Informasi Keuangan (SIApik) yang dirancang oleh Bank Indonesia.
Pelatihan ini bertujuan agar usaha kerupuk Azizah dapat menguasai cara mencatat dan mengelola informasi keuangan dengan lebih efisien.
Hal ini mengurangi kemungkinan kesalahan manual dalam pencatatan dan pelaporan keuangan, sehingga data keuangan menjadi lebih akurat.
Melalui kegiatan ini diharapkan Usaha Kerupuk Azizah bisa terus bertumbuh dalam hal kapasitas produksi, penjualan dan laba, sehingga kontinuitas dan keberlanjutan usaha dapat terwujud.
Terima kasih kepada Dirjen Vokasi Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan Teknologi yang sudah mendanai kegiatan ini. (*)
Editor : Tandri Eka Putra