Hari kedua Selasa (24/9/2024), peserta Media Bootcamp Konsorsium Perguruan Tinggi Vokasi (PTV) Sumbar diajak melihat beberapa Tefa (teaching factory) di Kampus UNP, seperti; Hotel UNP, P3TV Laundry, Tata Boga, Pojok tour de coffee, dan Industrial robotics and automation.
“Tefa merupakan sebuah model pembelajaran yang dioperasikan seperti pabrik dalam sekolah, dan bersifat praktis namun tetap merujuk pada standar dan prosedur industri sesungguhnya,” ungkap Wakil Direktur I Sekolah Vokasi UNP Dr Bambang Heriyadi, saat mendampingi kunjungan Tefa.
Di Hotel UNP, peserta Media Bootcamp memasuki satu di antara empat Suite Room 301. Ghulam, mahasiswa Departemen Pariwisata yang sedang ‘bertugas’ di sana mengatakan, sejak Semester I sudah mulai praktik di Hotel UNP. Tugas-tugasnya antara lain memastikan kamar hotel bersih dan rapi setelah digunakan tamu hotel.
Sementara di P3TV Laundry UNP para jurnalis mendapati mahasiswa sedang memasukkan pakaian pelanggan yang telah dicuci dan diseterika ke dalam plastik besar. Jasa laundry per kilogram mulai Rp5.500 hingga Rp8.000 sesuai syarat & ketentuan.
Di P3TV Laundry UNP terlihat lima mesin cuci, dan 2 mesin pengering yang masing-masingnya mampu menampung 60 kg pakaian. Usaha ini mendukung bisnis Hotel UNP, dan banyak juga mahasiswa UNP yang menggunakan jasa laundry tersebut.
Selanjutnya, peserta merasakan bolu kukus dan cemilan kering yang dibuat oleh mahasiswa. Wiwik salah seorang dosen mengatakan di Tefa Tata Boga Fakultas Perhotelan dan Pariwisata UNP mampu melayani pemesanan snack box pada acara-acara yang digelar di kampus UNP.
“Kita masih terbatas melayani permintaan dari interen saja dulu. Harga 1 snack box mulai Rp12ribu sampai Rp20 ribu,” ujar Wiwik.
Di Teaching Factory Industrial Robotics and Automation terlihat beberapa peralatan otomasi industri merek Epson. Peralatan tersebut dimanfaatkan oleh mahasiswa dan dosen sebagai sarana pendidikan dalam meningkatkan skill otomasi.
Puas menyinggahi beberapa tefa tersebut, rombongan wartawan diajak ke Gedung Informasi dan Perpustakaan UNP yang baru. Di dalam ruangan sejuk ber-AC itu, terdapat pojok mahasiswa yang meroasting kopi.
“Konsep usaha yang kami beri brand Tour de Coffee (TDC) ini adalah bagi hasil, 80 persen kembali uangnya untuk operasional, dan 20 persen kami bagi bersama,” ujar satu dari empat mahasiswa yang terlihat sibuk melayani pembeli.
Selain itu, Sekolah Vokasi UNP juga telah menjalankan Prodi DIV Animasi yang saat ini ada di Fakultas Teknik UNP. Peminatnya sangat tinggi, karena setiap tahun lulusan siswa SMK bidang Industri Kreatif Animasi, Multimedia, Desain, Film dan Fotografi tercatat jumlahnya ribuan orang (data dari laman http://datapokok.ditpsmk.net/).
Usai isoma, rombongan bertolak menggunakan bus menuju Kampus Politeknik Negeri Padang (PNP) di Limau Manis. Kunjungan pertama dilakukan ke Bengkel Alat Berat Prodi D3 Teknik Alat Berat Jurusan Teknik Mesin PNP. Kepala Bengkel, Khairul, menyampaikan ada 3 kelas di prodi ini.
“Kita ada tiga kelas, terdiri atas 1 kelas kerja sama dengan Trakindo Utama dan2 kelas reguler. Proses pembelajaran ditunjang oleh Excavator, Buldozer, Forklift, dan alat berat lainnya bantuan dari Trakindo,” ujar Khairul, sembari mempersilakan wartawan mencoba alat simulator ekskavator dan buldozer yang ada di bengkel tersebut.
Dari bengkel alber, bertolak menuju ke Bengkel Jurusan Teknik Elektro. Di sana, terlihat mahasiswa sedang praktik di Bengkel Mekanik dan Bengkel Instalasi Tenaga Listrik. Mahasiswa Teknik Listrik juga tengah mempelajari Panel TR Utilitas yang diproduksi oleh PT Kurnia Abadi Padang.
Banyak hal yang ditemui peserta media bootcamp dan membuka wawasan terhadap perkembangan dunia vokasi di Sumbar.
Saat penutupan kegiatan bootcamp, Ketua Konsorsium PTV Sumbar, Dr Nurul Fauzi, kembali menegaskan proses pembelajaran pendidikan vokasi memang beda. Vokasi butuh alat-alat praktik yang mumpuni. Jumlah mahasiswanya memang harus dibatasi, meski peminatnya sangat besar.
“Misalnya Prodi Akuntansi peminatnya tiap tahun 2.000-an orang, yang diterima 60-an mahasiswa baru. Mereka dibekali keahlian di bidang akuntansi, audit, pajak, dan keuangan. Saat Praktik Lapangan, mereka mampu melakukan audit keuangan perusahaan dengan aplikasi terbaru, selalu update,” ungkap Nurul Fauzi.
Maka, itulah gunanya teaching factory. “Tefa ini industri skala kecil yang ada di perguruan tinggi vokasi. Tefa otomotif, manufaktur, Bank AK, Galeri BEI, dan banyak lagi. Inilah konsep ideal vokasi. Termasuk kerja sama dengan mitra,” ujarnya, didampingi Wadir Bidang Keuangan & Umum PNP, Sarmiadi. (hsn)
Editor : Hendra Efison