“Uji coba modul ajar WTBOS dilakukan di dua sekolah yakni SMAN 1 Solok dan SMAN 1 Sumbar dalam rangka memperkenalkan warisan budaya dunia di kalangan generasi muda," Ketua Tim Kerja Pengembangan WTBOS, Yayuk Sri Budi Rahayu.
Ia juga mengatakan, selama uji coba para pelajar SMAN 1 akan diberikan pembelajaran terkait WTBOS yang sudah ditetapkan sebagai warisan dunia tak benda. Uji coba Modul yang bertema kearifan lokal itu berlangsung dari 29-31 Oktober 2021.
WTBOS ini perlu dipelajari agar mendapatkan insight yang benar. Hal ini adalah sebuah potensi daerah, kekayaan budaya yang sudah memiliki legitimasi. Apalagi, WTBOS ini merupakan satu-satunya warisan tambang yang masih utuh di dunia.
Ia juga menyampaikan bahwa semenjak ditetapkan sebagai warisan dunia, pihaknya juga telah melakukan upaya aktivasi melalui festival Galanggang Arang, dengan tujuan agar masyarakat luas mengetahuinya.
Dalam perluasan aktivasi WTBOS, perlu dilakukan internalisasi nilai melalui dunia pendidikan. Kementerian Kebudayaan kemudian menyusun sebuah model yang dijadikan acuan dalam penguatan nilai WTBOS di lingkungan sekolah.
“Di balik historis dalam sejarah panjang Tambang Batu Bara Ombilin Sawahlunto, banyak nilai yang bisa dilestarikan. Tidak saja soal properti cagar budaya, semangat gotong royong dan nilai-nilai kearifan lokal,” terangnya.
Selain di SMAN 1 Kota Solok, uji coba modul P5 WTBOS juga dilakukan di SMA 1 Sumatera Barat di Padangpanjang. Uji coba dilakukan dari 4-6 November 2024. Uji coba didampingi akademisi perguruan tinggi dan juga lembaga praktisi pendidikan lain.
Kepala Dinas Pendidikan Sumbar, Barlius menyampaikan, sangat mendukung program penguatan nilai-nilai WTBOS dalam pendidikan di Sumatera Barat. “Kami sangat mendukungnya, semoga modulnya bisa dilaksanakan di sekolah se-Sumbar setelah uji coba nanti,” katanya.
Rencana internalisasi WTBOS dalam kurikulum pendidikan di Sumatra Barat selaras dengan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila. Penerapan P5 WTBOS di dunia pendidikan bisa menambah khazanah pengatahuan pelajar Sumbar akan kekayaan dan sejarah di Sumbar.
“Bangsa yang besar, arif memaknai sejarah bangsa, termasuk warisan Kebudayaan. Dan kita harus bangga dengan ditetapkannya Tambang Batu Bara Ombilin Sawahlunto sebagai warisan dunia oleh UNESCO,” jelasnya.
Sementara Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah III, Undri, berharap tahun depan kurikulum ini sudah bisa diterapkan di seluruh sekolah SLTA sederajat di Sumatera Barat. Begitupun nantinya bakal menyasar ke Tingkat SLTP, SD.
“Kita berharap tahun depan sudah bisa diterapkan di seluruh sekolah SLTA di Sumbar dan ke depannya ke tingkat SLTP dan SD,” harapnya.
Plt Kepala SMAN 1 Kota Solok, Ifnindria mengaku sangat senang dengan ditunjuknya SMAN 1 Kota Solok sebagai sekolah uji coba P5 WTBOS. Apalagi, di Kota Solok juga terdapat stasiun yang menjadi jalur lalu lintas kareta api dalam rangkaian tambang batu bara Ombilin Sawahlunto.
“Kita harap, SMAN 1 Kota Solok bisa memberikan kontribusi positif dalam uji coba modul P5 WTBOS. Dengan uji coba ini bisa mendorong kesadaran siswa terhadap nilai dan kekayaan warisan budaya di Sumbar dan Indonesia,” tukasnya. (frk)
Editor : Hendra Efison