Program yang menjadi bagian dari kegiatan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) ini bertujuan untuk menurunkan angka stunting sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya gizi seimbang.
Program ini menyasar ibu-ibu balita dengan anak stunting atau yang berisiko stunting. Pelaksanaannya melibatkan dua kelompok mahasiswa, yaitu Kelompok 3.4 dan 3.5, dengan total 12 peserta yang dibimbing oleh Dr. Deni Elnovriza, STP., M.Si., dan Dr. Syahrial, SKM., M. Biomed.
Pada 26 Oktober 2024, kegiatan dimulai dengan pendampingan dan pemantauan rutin. Bersama kader posyandu dan petugas puskesmas, mahasiswa melakukan pengukuran antropometri, seperti berat badan, tinggi badan, dan lingkar kepala anak balita, guna mengidentifikasi potensi gangguan tumbuh kembang. Selain itu, PMT langsung didistribusikan ke rumah-rumah balita untuk memastikan program berjalan optimal.
Namun, Lurah Limau Manis, Muliardi, menyoroti tantangan yang dihadapi. “Kurangnya minat masyarakat untuk datang ke posyandu menjadi kendala utama. Mereka cenderung datang hanya jika ada bantuan, sementara kesadaran untuk memeriksa kesehatan anak masih rendah,” ungkap Muliardi.
Penyuluhan Gizi untuk Cegah Stunting
Sebagai langkah lanjutan, penyuluhan pertama digelar pada 3 November 2024 di Masjid Istiqamah, Limau Manis, dengan tema “Cegah Stunting.”
Dalam sesi ini, ibu-ibu balita mendapatkan edukasi tentang apa itu stunting, penyebab, dampak, dan pola asuh yang baik dalam keluarga. Pendataan juga dilakukan menggunakan instrumen seperti KPSP, Recall 24 jam, FFQ, serta kuesioner pengeluaran pangan dan non-pangan untuk menganalisis status ekonomi dan kaitannya dengan status gizi keluarga.
Puncak kegiatan berlangsung pada 24 November 2024 di Masjid Fastabiqul Khairat. Sosialisasi difokuskan pada pengolahan makanan bergizi berbahan ekonomis, seperti rolade tahu ayam sayur.
Melalui pemutaran video praktek, para ibu diajarkan cara membuat menu PMT yang mudah diterapkan di rumah. Sesi ini dilanjutkan dengan pretest, edukasi interaktif oleh dosen, diskusi, serta pemberian reward bagi peserta yang aktif.
“Edukasi kami fokuskan pada cara pemberian makanan tambahan yang aman, jadwal makan, dan jenis makanan yang perlu dihindari oleh anak,” jelas Dr. Syahrial.
Untuk mempermudah penyampaian materi, digunakan media seperti poster, leaflet, dan video edukasi.
Setiap ibu juga diberi kesempatan mencoba menu PMT yang telah didemonstrasikan, lengkap dengan informasi kandungan gizi dalam 100 gram rolade tahu ayam sayur. Program ditutup dengan pengisian post-test untuk mengevaluasi sejauh mana peningkatan pengetahuan peserta.
Dengan pendekatan yang interaktif dan inovatif, program ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya gizi anak dan pola makan sehat dalam keluarga. Selain itu, PMT ASIC juga bertujuan membantu menurunkan risiko stunting di Limau Manis.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa Universitas Andalas membuktikan peran nyata mereka dalam mendukung upaya pemerintah menekan angka stunting, sekaligus mengedukasi masyarakat untuk menciptakan generasi yang lebih sehat dan produktif. (*)
Editor : Hendra Efison