Langkah konkret itu diperkuat melalui Workshop Nasional “Berinovasi dengan Artificial Intelligence (AI)” pada 19–20 Juli 2025, menghadirkan pakar nasional Dr. Lukas, Dosen Teknik Elektro Universitas Atma Jaya Jakarta yang juga Chairman of Indonesia AI Society (IAIS).
Kegiatan ini diikuti 85 mahasiswa dari berbagai jenjang, khususnya yang sedang menempuh mata kuliah AI. Mereka tak hanya mempelajari teori, tetapi juga praktik langsung menggunakan Anaconda 3 dan Python 3.15, dua tools penting dalam pengembangan sistem berbasis AI.
“Seminar dan workshop berorientasi teknologi masa depan seperti ini akan kita gelar secara rutin. Kami ingin mahasiswa STMIK Jayanusa bukan hanya menjadi pengguna, tetapi juga pencipta teknologi AI. Ini bagian dari visi besar kami,” ungkap Ketua STMIK Jayanusa, Imam Gunawan kepada Padang Ekspres.
Menurutnya, workshop ini juga bentuk nyata STMIK-AMIK Jayanusa mengimplementasikan semangat Kampus Berdampak dari Kementerian Pendidikan, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).
Langkah berikutnya, kata Imam, pihaknya akan mendirikan chapter IAIS pertama di Kota Padang, guna membangun ekosistem AI lokal yang inklusif dan kolaboratif.
IAIS akan berfokus pada pengembangan, edukasi, dan advokasi terkait AI di Sumbar. IAIS terdiri dari berbagai kalangan yang memiliki minat dan kepakaran di bidang AI, terdiri dari akademisi dan peneliti, pemerintah, perusahaan teknologi dan startup serta komunitas dan praktisi.
"Ke depan, mahasiswa dan dosen juga bisa bekerja sama dengan pemerintah atau perusahaan untuk melakukan riset hingga membangun aplikasi sesuai kebutuhan, didukung IAIS sebagai penghubung dan pendamping teknis," katanya.
Pakar AI nasional, Lukas, pun mengapresiasi inisiatif ini. “STMIK Jayanusa memiliki visi besar. AI bukan sekadar tren, melainkan kebutuhan masa depan yang harus dipahami semua kalangan,” ujarnya.
Lonjakan Peluang Lulusan Kampus Komputer
Langkah Jayanusa sangat relevan dengan tren dunia kerja ke depan. Menurut laporan terbaru dari World Economic Forum (WEF), Stanford AI Index 2024, dan Bureau of Labor Statistics (BLS) AS, banyak profesi di bidang komputer mengalami lonjakan permintaan secara global.
Apalagi lulusan STMIK-AMIK Jayanusa memiliki prospek menguasai Software Developer, Hardware Developer, IT Support, Database Administrator dan Tecnopreneur.
"Artinya, banyak pekerjaan bidang komputer yang dibutuhkan dan menjadi peluang emas bagi lulusan STMIK-AMIK Jayanusa," katanya.
Dosen Pakar dari Kampus Nasional Ternama
Sebagai bagian dari program penguatan akademik, STMIK Jayanusa juga menghadirkan para pakar sebagai dosen tamu dari berbagai kampus ternama, yakni Surahyo Sumarsono, B. Eng, M. Eng. Sc dari Universitas Gajah Mada Yogyakarta (UGM) yang menguasai Manajemen Risiko IT, Dr. Suryadiputra Liawatimena, S.Kom, Pgdip. App. Sci dari Universitas Bina Nusantara (Binus) Jakarta yang pakar dalam bidang Robotika, Prof. Dr. Henderi, M.Kom dari Universitas Raharja Tangerang yang pakar bidang Interaksi Manusia dan Komputer, serta Dr. Ir. Lukas, MAI, CISA, IPM dan Prof Lanny WB Pandjaitan dari Universitas Atmajaya yang pakar Kecerdasan Buatan (AI), dan Dr. Masmur Tarigan, S.T, M. Kom dari Universitas Esa Unggul Jakarta, pakar Enterprise Architecture & ERP.
Pendaftaran Mahasiswa Baru 2025/2026
Saat ini, STMIK-AMIK Jayanusa resmi membuka pendaftaran mahasiswa baru tahun akademik 2025/2026 untuk program studi terakreditasi B: Sarjana (S1) Sistem Informasi, Sarjana (S1) Sistem Komputer, dan Diploma III (D3) Manajemen Informatika
Kampus teknologi unggulan di jantung Kota Padang ini dilengkapi ruang kuliah modern, laboratorium, dukungan career development center (CDC), soft skills kepemimpinan dan komunikasi, kewirausahaan digital, jaringan nasional sertifikasi Cisco, Mikrotik, Oracle Academy dan Microsoft IT Academy serta peluang beasiswa ke Australia.
Yang menarik, biaya kuliah sangat terjangkau dan bisa dicicil: S1: Rp3,9 juta/semester, dan D3: Rp3 juta/semester. Info lengkap bisa cek di: www.jayanusa.ac.id
“Kami telah berpengalaman puluhan tahun meluluskan alumni yang kini bekerja di berbagai bidang, termasuk membuka usaha sendiri. Kami ingin terus membuka akses pendidikan berkualitas bagi masyarakat luas,” ujar Ketua Yayasan Bina Manajemen Informasi, Irwan Kinun.(*)
Editor : Heri Sugiarto