Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

UT Latih Guru dan Siswa Menulis Kreatif, Padukan Kurikulum Bahasa Indonesia dan Seni Budaya

Adetio Purtama • Selasa, 5 Agustus 2025 | 18:53 WIB

niversitas Terbuka (UT) melalui Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM).
niversitas Terbuka (UT) melalui Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM).
PADEK.JAWAPOS.COM—Universitas Terbuka (UT) melalui Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk ”Penguatan Keterampilan Menulis Bahasa Indonesia melalui Kegiatan Literasi di Sekolah Menengah Pertama”

Kegiatan ini dilaksanakan beberapa waktu lalu di SMPN 21 Bandung dan diikuti oleh guru Bahasa Indonesia, guru Seni Budaya, serta siswa kelas 7 dan 8.

Ketua Tim Pengabdian, Murni Maulina, M.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan meningkatkan keterampilan menulis kreatif seperti pantun, peribahasa, kata motivasi, dan kata mutiara.

Bentuk pelaksanaan meliputi pelatihan langsung, pendampingan, dan pameran karya tulis yang disesuaikan dengan kurikulum serta kebutuhan mitra sekolah.

“Kami tidak hanya ingin melatih keterampilan menulis, tapi juga menanamkan kebiasaan literasi sebagai bagian dari kehidupan harian siswa. Menulis adalah sarana refleksi nilai, penguatan karakter, dan pengungkap imajinasi,” ujar Murni.

Keterlibatan guru menjadi aspek penting dalam pelatihan ini. Melalui diskusi dan praktik langsung, guru dilatih untuk menjadi fasilitator yang mampu mengarahkan sekaligus mengapresiasi karya siswa.

Guru-guru menyambut positif pendekatan ini karena dapat langsung diterapkan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia dan Seni Budaya di kelas.

Wakil Kepala SMPN 21 Bandung, Pono Mardianes, S.Pd., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kolaborasi ini.

“Kegiatan ini menyentuh hal yang paling esensial, kebiasaan menulis yang sederhana tapi bermakna. Ini akan memperkaya sudut-sudut sekolah kami dengan semangat dan inspirasi dari siswa dan guru sendiri,” tuturnya.

Refisa Ananda, M.Pd., yang juga tergabung dalam tim PkM, menambahkan bahwa program ini dirancang selaras dengan capaian pembelajaran Kurikulum Bahasa Indonesia dan Seni Budaya untuk siswa kelas 7 dan 8.

Menurutnya, pelatihan ini menjadi jembatan yang menghubungkan pembelajaran menulis kreatif dengan pembelajaran tipografi dalam Seni Budaya.

“Dalam kurikulum Bahasa Indonesia, siswa diajak memahami dan menghasilkan berbagai bentuk teks kreatif yang menggambarkan nilai budaya dan kebangsaan. Sementara di Seni Budaya, mereka mempelajari tipografi sebagai bagian ekspresi visual. Pelatihan menulis kreatif ini mempertemukan keduanya dalam pembelajaran terpadu,” jelas Refisa.

Ia juga menekankan bahwa kegiatan ini mendukung pencapaian kompetensi dasar sekaligus memberikan pengalaman belajar yang kontekstual.

“Belajar tidak lagi terasa sebagai kewajiban semata, tapi menjadi proses yang hidup dan relevan dengan dunia siswa,” tambahnya.

Narasumber kegiatan, Nunung Supratmi, M.Pd., membawakan materi Menulis Kreatif yang tidak hanya menjelaskan pengertian dasar menulis kreatif, tetapi juga membangkitkan kesadaran siswa bahwa menulis adalah media ekspresi diri untuk membentuk karakter dan menyalurkan emosi positif.

“Menulis kreatif bukan hanya soal indahnya kata-kata, tapi bagaimana siswa bisa mencurahkan isi hati dan pikirannya dalam bentuk tulisan yang jujur dan bermakna,” terangnya.

Menariknya, kegiatan ini turut melibatkan dua mahasiswa UT, Neng Nurul Aprilia dan Ita Miftahur Rohmah, sebagai pendamping siswa dan panitia teknis. Mereka membantu siswa secara langsung dalam proses menulis, sekaligus memastikan pelatihan berjalan interaktif dan menyenangkan.

“Kami berharap program ini dapat direplikasi di sekolah lain dan menjadi inspirasi kegiatan literasi yang dirancang kolaboratif, kontekstual, dan penuh makna. Kami berterima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung, terutama LPPM UT atas pendanaan Abdimas ini,” tutup Nunung Supratmi. (*)

Editor : Adetio Purtama
#siswa #seni budaya #guru #UT #Menulis Kreatif #kurikulum bahasa indonesia