Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Rendang Gadih Perkuat Pasar Global Lewat Kunjungan Internasional

Tandri Eka Putra • Selasa, 23 September 2025 | 15:50 WIB
Tim Universiti Utara Malaysia dan Unand di Rendang Gadih, Senin 22 September 2025.
Tim Universiti Utara Malaysia dan Unand di Rendang Gadih, Senin 22 September 2025.

PADEK.JAWAPOS.COM-Kunjungan hampir 90 akademisi dari Universiti Utara Malaysia (UUM) dan Universitas Andalas (Unand) ke Rendang Gadih, Senin (22/9), menjadi momentum penting bagi penguatan visi kuliner Minangkabau menuju pasar global.

Agenda ini menunjukkan bagaimana rendang, makanan tradisional Minang, diproduksi dengan teknologi modern tanpa meninggalkan keaslian rasa.

“Rendang Gadih sudah menggunakan teknologi yang canggih dan modern. Makanya produk bisa tahan lama hingga satu tahun. Hal ini bisa dipelajari oleh mahasiswa kami nanti.

Dari kunjungan ini kami bisa belajar bagaimana proses produksi mulai dari persiapan bahan baku, apa yang dilakukan di setiap proses, teknologi apa yang digunakan, pengemasan, hingga produk jadi. Hal ini sangat bermanfaat untuk kami implementasikan ilmunya,” jelas Ir. Elita Amrina, S.T., M.Eng., Ph.D.

Ketua Departemen Teknik Industri FT Unand, kepada redaksi, Selasa 23 September 2025, Pantauan wartawan, tur ke dapur produksi menjadi perhatian utama para tamu.

Mereka menyaksikan langsung penggunaan mesin otomatis yang menjaga kualitas produk tanpa pengawet kimia. Standar higienis dan teknik pengemasan modern memungkinkan rendang bertahan hingga satu tahun.

Direktur Rendang Gadih, Dedy Syanderra Putra, S.T., menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut. “Kami senang dikunjungi oleh dua universitas sekaligus dengan jumlah hampir 90 akademisi.

Kami berharap akan ada kolaborasi dan kerja sama antara universitas dan pelaku usaha. Segala ilmu yang diperoleh di akademik bisa diimplementasikan di dunia usaha, dan pelaku usaha pun terbantu,” ujarnya.

Ke depan, kunjungan ini diharapkan menjadi pintu bagi kerja sama lebih luas antara dunia akademik dan industri, sekaligus memperkuat daya saing rendang Minangkabau di pasar internasional.

“Kolaborasi semacam ini akan menjadi modal penting bagi rendang untuk semakin mendunia,” tutup Dedy. (*)

Editor : Tandri Eka Putra
#Universiti Utara Malaysia (UUM) #Universitas Andalas (Unand) #Elita Amrina #pasar global #kuliner Minangkabau