Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Dari Jelantah Jadi Berkah, Dosen UM Sumatera Barat Dorong Wirausaha Hijau

Tandri Eka Putra • Rabu, 29 Oktober 2025 | 13:00 WIB

Dari Jelantah Jadi Berkah, Dosen UM Sumatera Barat Dorong Wirausaha Hijau
Dari Jelantah Jadi Berkah, Dosen UM Sumatera Barat Dorong Wirausaha Hijau

PADEK.JAWAPOS.COM-Tim dosen Universitas Muhammadiyah (UM) Sumatera Barat melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di Gedung Pertemuan Bank Sampah Pasie Nan Tigo, Selasa (14/10).

Kegiatan bertema “Pelatihan Pembuatan Struktur Manajemen dan Pencatatan Keuangan serta Pembuatan Lilin dan Sabun dari Minyak Jelantah” ini dilaksanakan bersama mitra Bank Sampah Pasie Nan Tigo, Kelurahan Pasie Nan Tigo Kecamatan Koto Tangah Kota Padang.

Mengangkat tujuan meningkatkan kapasitas organisasi dan keterampilan kewirausahaan berbasis lingkungan bagi pengurus Bank Sampah, tim pengabdian kali ini diketuai oleh Nurhaida, SE, MM, dengan anggota Dr. Femi Earnestly, M.Si, Muchlisinalahuddin, ST, MT, Rina Widyanti, SE, M.Si, Firdaus, M.Pd, serta dua mahasiswa, Naila Arifah Azfa dan Rezky Adrian Nugraha.

Baca Juga: Mahasiswa UNP Antusias Ikuti Program Digistar Telkom, Siapkan Karier di Industri Digital

Dalam kegiatan ini, peserta mendapatkan pembekalan mengenai penyusunan struktur manajemen dan pencatatan keuangan organisasi, serta pelatihan praktik pembuatan lilin aromaterapi dan sabun ramah lingkungan dari minyak jelantah.

Ketua pelaksana, Nurhaida, SE, MM, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang untuk menjawab kebutuhan pengurus Bank Sampah dalam mengelola organisasi secara profesional.

”Bank sampah tidak hanya butuh semangat, tetapi juga sistem yang kuat. Dengan manajemen dan pencatatan keuangan yang rapi, kegiatan mereka akan lebih transparan, terukur, dan siap berkembang,” ujarnya.

Baca Juga: Pengeluaran Kelas Menengah Meningkat: Keyakinan Belanja Turun, Aktivitas Ekonomi Kuartal III Melandai

Selain aspek manajerial ungkapnya, pelatihan juga memperkenalkan inovasi pengolahan limbah rumah tangga menjadi produk bernilai ekonomi.

Peserta belajar mengolah minyak jelantah menjadi sabun dan lilin aromaterapi, sebagai langkah konkret mendukung ekonomi kreatif berbasis lingkungan.

Pada kesempatan yang sama, Dr. Femi Earnestly, M.Si menambahkan, kegiatan ini sejalan dengan prinsip green chemistry dan zero waste economy.

Baca Juga: Aturan Baru Permudah CJH, Biaya Haji Kini Bisa Dicicil Sejak Masa Antrean

”Kami ingin menunjukkan bahwa limbah rumah tangga seperti minyak jelantah masih bisa diolah menjadi produk bermanfaat. Ini bisa menjadi peluang usaha kecil yang ramah lingkungan dan berdaya saing,” tuturnya.

Menurut beliau, pengolahan minyak jelantah tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga berdampak positif bagi kesehatan dan lingkungan.

Minyak jelantah yang dibuang sembarangan dapat mencemari saluran air dan menghambat ekosistem perairan, sementara konsumsi ulang minyak bekas berisiko memicu penyakit degeneratif seperti stroke, jantung, dan hipertensi.

Baca Juga: Tak Disediakan Kursi Tamu, PWI Nilai Pemkab Dharmasraya Lecehkan Wartawan

Sementara itu Direktris Bank Sampah Pasie Nan Tigo, Maivita, mengapresiasi kegiatan tersebut.

“Kami jadi lebih paham bagaimana mengatur struktur organisasi dan mencatat keuangan dengan benar. Selain itu, kami senang bisa belajar membuat lilin dan sabun dari bahan bekas. Sangat bermanfaat,” terangnya.

Sebagai bentuk dukungan keberlanjutan program, tim pengabdian menyerahkan peralatan sederhana untuk produksi sabun dan lilin kepada Bank Sampah.

Baca Juga: Megawati Hangestri Diputus Kontrak Manisa BBSK

Program ini termasuk dalam skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat dengan ruang lingkup Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat, didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi, tahun anggaran 2025.

Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat posisi Bank Sampah sebagai penggerak ekonomi kreatif dan pilar penting dalam menjaga kelestarian lingkungan di tingkat masyarakat.(rel)

Editor : Novitri Selvia
#Jelantah Jadi Sabun #Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat #Bank Sampah Pasie Nan Tigo