Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan teknologi pengendalian suhu dan kelembapan otomatis untuk proses fermentasi tempe, serta pelatihan digitalisasi pencatatan keuangan dan peningkatan kualitas produk.
Usaha Tempe YSL2 yang dikelola oleh Silvia telah berdiri sejak 1998 dengan produksi sekitar 150 kilogram tempe per hari.
Selama ini, proses fermentasi masih dilakukan secara tradisional di ruang terbuka dan bergantung pada kondisi cuaca, sehingga waktu fermentasi bisa mencapai 36 hingga 48 jam.
Melalui kegiatan ini, tim PNP memperkenalkan konsep ruang fermentasi otomatis berkapasitas 150 kilogram dengan suhu terkendali antara 30–37°C. Teknologi tersebut diharapkan dapat mempercepat proses fermentasi dan menjaga konsistensi kualitas tempe.
“Pada tahap awal ini kami fokus pada sosialisasi dan pelatihan dasar pengenalan sistem otomatisasi agar pelaku UMKM memahami manfaatnya sebelum penerapan,” ujar Ketua Tim Pengabdian PNP, Herizon, dosen Jurusan Teknik Elektro, Jumat (1/11/2025).
Selain itu, tim juga memberikan pelatihan pencatatan keuangan sederhana menggunakan Microsoft Excel, menggantikan sistem manual yang selama ini digunakan. Kegiatan ini diikuti langsung oleh pemilik usaha bersama karyawan.
PNP turut menyarankan desain kemasan baru yang lebih menarik dan sesuai standar keamanan pangan. Kemasan akan dilengkapi label halal, informasi gizi, barcode, serta tanggal kedaluwarsa agar produk dapat dipasarkan secara digital melalui marketplace dan media sosial.
Berdasarkan hasil evaluasi, peserta pelatihan memahami materi dengan baik dan berharap teknologi serta manajemen baru ini dapat diterapkan dalam pengembangan usaha mereka.
Tim pengabdian terdiri atas Herizon, ST., SST., MT. (ketua), bersama anggota Dr. Fisla Wirda, SE., M.Si., Milda Yuliza, ST., MT., Yultrisna, ST., MT., Aditya Wardhani, ST., MT., Laxmy Devi, SST., MT., Khairul Dasman, Anisa Dwi Amanda, dan Belya Putri Mernova.(cc1)
Editor : Hendra Efison