Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Panel Interaktif Digital Mulai Diterapkan di Sekolah, Pakar UNP Soroti Manfaat dan Tantangan Implementasi

Endang Pribadi • Kamis, 20 November 2025 | 17:07 WIB

Pengamat Pendidikan dari Departemen Biologi Universitas Negeri Padang (UNP) Dr Fitri Arsih.
Pengamat Pendidikan dari Departemen Biologi Universitas Negeri Padang (UNP) Dr Fitri Arsih.
PADEK.JAWAPOS.COM—Transformasi digital mulai merambah sektor pendidikan melalui penerapan Panel Interaktif Digital (Interactive Flat Panel/IFP) sebagai media pembelajaran di sekolah. Perangkat ini diperkenalkan sebagai bagian dari upaya modernisasi pembelajaran di era digital.

Pakar pendidikan dari Universitas Negeri Padang (UNP), Dr Fitri Arsih SSi MPd, menilai penggunaan panel interaktif menjadi langkah maju dalam proses belajar mengajar.

Menurutnya, teknologi ini mampu membuat pembelajaran lebih variatif dan memperluas kualitas interaksi di dalam kelas.

“Dengan teknologi ini, guru dapat lebih kreatif dalam menyajikan bahan ajar, mulai dari kuis interaktif, video, hingga audio yang mendorong minat dan motivasi belajar siswa,” ujar Fitri, Kamis (20/11/2025).

Ia menjelaskan, kehadiran panel digital turut mengubah pola pengajaran guru dan cara siswa memahami materi.

Namun, implementasi teknologi ini memerlukan kesiapan infrastruktur sekolah, seperti listrik yang stabil, jaringan internet, serta kompetensi guru sebagai pengguna.

“Guru perlu diberikan bimbingan teknis karena saat ini tuntutan pendidikan bergerak ke arah digitalisasi,” jelasnya.

Fitri juga menegaskan bahwa penggunaan panel interaktif tidak berarti meninggalkan perangkat pembelajaran konvensional.

Menurutnya, ketika terjadi pemadaman listrik atau gangguan jaringan, metode konvensional tetap dibutuhkan untuk menjaga keberlangsungan pembelajaran.

Selain itu, ia mengingatkan potensi dampak penggunaan layar secara terus-menerus, seperti kelelahan mata dan berkurangnya interaksi sosial antara siswa dan guru.

“Kombinasi metode digital dan konvensional justru dapat menciptakan pembelajaran yang lebih fleksibel,” tutupnya.

Penggunaan Panel Interaktif Digital diharapkan mendorong pendidik beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.(edg)

Editor : Hendra Efison
#Panel Interaktif Digital #interactive flat panel #Dr Fitri Arsih UNP #Digitalisasi Pendidikan