Hal tersebut mengemuka dalam kegiatan sosialisasi dan penyuluhan yang dilakukan Magister Ilmu Lingkungan Sekolah Pascasarjana Universitas Andalas kepada masyarakat setempat.
Ketua tim kegiatan, Dr. Jabang Nurdin, mengatakan Danau Talang merupakan salah satu danau vulkanik di Sumatera Barat yang menyimpan kekayaan plasma nutfah dan sumber daya hayati tinggi.
“Perairan Danau Talang dan lingkungan sekitarnya masih tergolong baik dan memiliki keanekaragaman hayati yang perlu dijaga melalui upaya pelestarian bersama,” ujarnya saat sosialisasi yang digelar di rumah tokoh masyarakat setempat, Pak Malin.
Tim Pascasarjana Universitas Andalas berangkat dari Kota Padang pada pagi hari dan tiba di lokasi sekitar pukul 09.00 WIB. Sosialisasi dimulai pukul 10.00 WIB dengan materi kualitas perairan, potensi ekowisata, dampak aktivitas perladangan, serta penguatan kearifan lokal. Kegiatan ini diikuti oleh tokoh masyarakat, kepala nagari, Kerapatan Adat Nagari, pengurus karang taruna, dan para pemuda Nagari Kampung Batu Dalam.
Berdasarkan pengamatan mahasiswa Magister Ilmu Lingkungan Universitas Andalas, kondisi perairan Danau Talang masih relatif terjaga. Hal tersebut ditandai dengan kejernihan air, keberadaan vegetasi alami, serta masih ditemukannya berbagai biota air tawar.
Pak Malin juga menyampaikan bahwa kualitas perairan Danau Talang hingga kini masih baik dan pendapat tersebut didukung oleh para tokoh masyarakat yang hadir dalam sosialisasi.
Di sekitar Danau Talang tumbuh beragam vegetasi air seperti bambu air dan tanaman obat tradisional. Beberapa jenis ikan air tawar seperti nila dan rayo, serta udang dan pensi, masih ditemukan dan menjadi bagian dari sumber penghidupan masyarakat.
Namun demikian, Pak Malin mengingatkan adanya potensi perubahan ekologis akibat aktivitas perkebunan intensif dan limbah domestik yang perlu dikendalikan melalui peran penghulu atau mamak adat setempat.
Secara sosial, masyarakat Nagari Kampung Batu Dalam masih sangat bergantung pada danau untuk kegiatan perkebunan dan pariwisata alam. Hasil survei terhadap 60 responden menunjukkan persepsi positif terhadap pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian danau. Meski begitu, masyarakat juga menilai koordinasi pengelolaan kawasan antara pemangku kebijakan masih perlu diperkuat.
Kearifan lokal menjadi bagian penting dalam menjaga identitas kawasan Danau Talang. Kesenian tradisional seperti Silek Tuo masih rutin ditampilkan dalam festival dan upacara adat. Tokoh masyarakat, Pak Saiful, menyebutkan bahwa legenda dan cerita rakyat tentang bebatuan vulkanik sisa letusan Gunung Talang selalu dihormati dan diwariskan.
“Cerita rakyat ini menjadi media untuk mengajarkan nilai budaya, persatuan, dan perdamaian kepada generasi muda,” katanya.
Potensi ekonomi Danau Talang juga dinilai sangat besar sebagai kawasan wisata edukatif berbasis lingkungan dan budaya. Panorama perbukitan, keanekaragaman hayati, serta kehidupan masyarakat adat yang ramah menjadi daya tarik utama.
Perwakilan Pokdarwis setempat, Ibu Marni, mengatakan degradasi lingkungan akan berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat dan keberadaan plasma nutfah. “Penerapan perkebunan ramah lingkungan menjadi kebutuhan mendesak agar ekosistem tetap seimbang,” ujarnya.
Ke depan, tim Magister Ilmu Lingkungan Universitas Andalas mendorong pelibatan aktif masyarakat dalam pengelolaan kawasan Danau Talang, termasuk pengembangan wisata berkelanjutan dan edukasi lingkungan bagi pengunjung.
Dr. Jabang Nurdin menegaskan upaya ini diharapkan mampu menjaga kelestarian danau sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Kami berharap kolaborasi ini terus berlanjut agar Danau Talang tetap lestari dan memberi manfaat bagi generasi mendatang,” tutupnya.(*)
Editor : Tandri Eka Putra