Pembelajaran kelas X dan XI masih dilakukan secara daring. Kebijakan itu diambil karena pemulihan sarana dan prasarana sekolah belum sepenuhnya selesai.
Sejumlah fasilitas sekolah mengalami kerusakan akibat bencana, terutama asrama putri yang ditempati siswa kelas X dan XI serta ruang makan.
Kondisi ini membuat sekolah menerapkan pembelajaran daring demi keamanan seluruh siswa.
Kepala Tata Usaha SMA Negeri Cendekia Agam, Jumardi, mengatakan pembelajaran luring diprioritaskan untuk kelas XII agar persiapan akademik mereka tidak terganggu menjelang akhir masa studi.
“Target kami, seluruh siswa sudah kembali belajar tatap muka sebelum memasuki bulan puasa, tentunya dengan mempertimbangkan kondisi lingkungan sekolah,” ujarnya.
Pemulihan fasilitas sekolah masih terus berlangsung. Pihak sekolah menyesuaikan kegiatan pembelajaran dengan kondisi terkini dan melakukan pemantauan terhadap potensi dampak lanjutan bencana.
Ketua OSIS SMA Negeri Cendekia Agam, Rangga Aidil Pratama, menyebut bencana tersebut berdampak besar pada aktivitas siswa, baik akademik maupun kehidupan di asrama.
“Semoga proses pemulihan berjalan lancar dan aktivitas belajar bisa kembali normal sepenuhnya,” ujarnya.(ptr)
Editor : Hendra Efison