Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Lolos SNBP 2026 Unand, Siswi Limapuluh Kota Terancam Gagal Kuliah karena Biaya

Hendra Efison • Rabu, 6 Mei 2026 | 20:22 WIB
Mursida (18), siswi MAN 2 Payakumbuh asal Limapuluh Kota, lolos SNBP 2026 di Universitas Andalas, namun terancam gagal kuliah karena keterbatasan biaya.
Mursida (18), siswi MAN 2 Payakumbuh asal Limapuluh Kota, lolos SNBP 2026 di Universitas Andalas, namun terancam gagal kuliah karena keterbatasan biaya.

PADEK.JAWAPOS.COM—Mursida (18), siswi MAN 2 Payakumbuh asal Limapuluh Kota, lolos SNBP 2026 di Universitas Andalas, namun terancam gagal kuliah karena keterbatasan biaya.

Prestasi membanggakan diraih Mursida, siswi MAN 2 Payakumbuh yang berhasil lolos Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026 dan diterima di Program Studi Matematika Universitas Andalas (Unand), Padang.

Namun, di balik kelulusan tanpa tes tersebut, Mursida yang akrab disapa Sissy menghadapi kenyataan pahit. Ia terancam tidak bisa melanjutkan kuliah karena keterbatasan ekonomi keluarga.

Baca Juga: Kebakaran Rumah di Padang Selatan Ludes, 6 Armada Dikerahkan, Rp150 Juta Rugi

“Alhamdulillah, Ayah. Sissy lulus di Unand, Prodi Matematika,” ujar Mursida kepada ayahnya, Syaripudin (77), awal Mei 2026.

Syaripudin mengaku bersyukur, tetapi sekaligus diliputi kecemasan. Di usia senja, ia sudah tidak mampu lagi bekerja maksimal untuk membiayai pendidikan anaknya.

“Senang, tapi kami bingung bagaimana membiayai kuliahnya,” katanya.

Selama ini, kebutuhan pendidikan Mursida banyak dibantu oleh keluarga dan pihak lain, termasuk tokoh masyarakat setempat. Namun, kondisi tersebut tidak bisa terus diandalkan.

Baca Juga: 6 Calon Paskibraka Payakumbuh Ikuti Pelatihan Sumbar 2026 di Padang

Ibu Mursida, Resmita (60), mengaku berat jika harus terus bergantung pada bantuan.

“Tentu berat bagi kami kalau harus terus meminta,” ujarnya.

Di tengah keterbatasan, Mursida tetap bertekad melanjutkan pendidikan. Ia bahkan memilih tidak menunda kuliah demi menjaga peluang adik-adiknya di sekolah yang ingin mengikuti jalur prestasi.

Upaya mencari solusi pun dilakukan. Keluarga telah mengajukan permohonan bantuan ke Baznas Limapuluh Kota.

Baca Juga: JKN Payakumbuh 98,46 Persen, 2.323 Warga Dibidik Kejar 100 Persen di 2026

Ketua Baznas Limapuluh Kota, Yulius, menyatakan pihaknya akan memverifikasi kebutuhan yang diajukan, termasuk laptop dan biaya tempat tinggal.

“Kami akan melihat kondisi dan kebutuhan yang diajukan sebelum menentukan bantuan,” ujarnya.

Namun, terdapat pertimbangan lain terkait kemungkinan bantuan Baznas yang dapat memengaruhi peluang Mursida mendapatkan Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah.

Baca Juga: Hermita BTN Raih Penghargaan Outstanding Leader di CNN Indonesia Leading Women Awards 2026

Sementara itu, dukungan dari masyarakat mulai mengalir. Perangkat nagari bersama tokoh setempat telah memberikan bantuan awal, meski belum mencukupi kebutuhan kuliah secara keseluruhan.

Kisah Mursida menjadi potret nyata perjuangan pelajar berprestasi dari keluarga kurang mampu dalam menggapai pendidikan tinggi.

Dengan dukungan berbagai pihak, diharapkan Mursida dapat melanjutkan kuliah dan mewujudkan cita-citanya, sekaligus menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya di Limapuluh Kota.(*)

Editor : Hendra Efison
#SNBP 2026 Unand #siswi Limapuluh Kota #tidak mampu kuliah #Mursida Payakumbuh #bantuan pendidikan