PADEK.JAWAPOS.COM – Pentas Seni PAUD Pariaman yang diikuti 250 siswa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) se-Kecamatan Pariaman Selatan berlangsung meriah di Balairung Rumah Dinas Wali Kota Pariaman, Sabtu (13/6/2026). Kegiatan ini menjadi ajang bagi anak-anak untuk menunjukkan kreativitas, keberanian, dan kemampuan berekspresi sejak usia dini.
Wali Kota Pariaman Yota Balad hadir langsung dalam kegiatan tersebut bersama Bunda PAUD Kota Pariaman Ny Yosneli Balad, Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Pariaman Ny Dina Mulyadi, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Ny Nen Afrizal, serta Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Pariaman Hertati Taher.
Dalam sambutannya, Yota Balad menegaskan bahwa pentas seni bukan sekadar pertunjukan hiburan, melainkan bagian penting dari proses pendidikan anak usia dini yang mampu membentuk karakter dan rasa percaya diri.
Menurutnya, anak-anak yang berani tampil di depan publik akan lebih mudah mengembangkan kemampuan komunikasi, kreativitas, serta keterampilan sosial yang dibutuhkan pada jenjang pendidikan berikutnya.
“Melalui pentas seni, anak-anak belajar berani tampil, percaya diri, bekerja sama, menghargai proses, dan mengekspresikan diri secara positif. Ini merupakan bagian penting dari pendidikan karakter sejak usia dini,” kata Yota Balad.
Pentas Seni Jadi Sarana Pengembangan Karakter Anak
Yota menjelaskan bahwa pendidikan anak usia dini merupakan fondasi utama dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas. Karena itu, pembelajaran di tingkat PAUD tidak hanya berfokus pada kemampuan akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan kecerdasan sosial.
Menurut dia, kegiatan seni menjadi salah satu media efektif untuk melatih motorik, konsentrasi, kreativitas, serta kemampuan anak dalam berinteraksi dengan lingkungan sekitar.
“Pentas seni memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk mengembangkan kreativitas dan motorik tubuh. Mereka juga belajar fokus terhadap aktivitas yang dijalankan,” ujarnya.
Selain itu, Yota menilai keberhasilan pendidikan anak membutuhkan kolaborasi yang kuat antara sekolah, keluarga, dan pemerintah daerah agar tumbuh kembang anak berlangsung secara optimal.
Bunda PAUD Apresiasi Peran Guru
Sementara itu, Bunda PAUD Kota Pariaman Ny Yosneli Balad mengaku bangga melihat keberanian dan kepercayaan diri para peserta yang tampil dalam berbagai pertunjukan seni.
Ia menyampaikan apresiasi kepada para guru PAUD yang dinilai berhasil membimbing dan membentuk karakter anak selama satu tahun masa pembelajaran.
“Kami sangat bangga dengan penampilan anak-anak PAUD hari ini. Mereka menunjukkan keberanian dan rasa percaya diri yang luar biasa. Terima kasih kepada para guru yang telah mendidik anak-anak hebat ini,” ujar Yosneli.
Menurutnya, keberhasilan pendidikan usia dini tidak hanya diukur dari kemampuan membaca atau berhitung, tetapi juga dari perkembangan mental, sosial, dan emosional anak.
Orang Tua Diminta Batasi Penggunaan Gadget
Dalam kesempatan itu, Yosneli juga mengingatkan para orang tua agar lebih bijak dalam memberikan akses gadget kepada anak-anak.
Ia menilai penggunaan telepon genggam yang berlebihan berpotensi mengganggu perkembangan sosial dan kreativitas anak apabila tidak diawasi secara baik.
“Kami mengajak orang tua untuk tidak menjadikan gadget sebagai sarana utama hiburan anak. Jika sudah bergantung pada HP, anak akan sulit melepaskan diri dari kebiasaan tersebut,” katanya.
Yosneli berharap sinergi antara guru dan orang tua terus diperkuat dalam mendidik generasi muda Kota Pariaman agar tumbuh menjadi pribadi yang cerdas, kreatif, dan berkarakter.
Melalui kegiatan Pentas Seni PAUD ini, Pemerintah Kota Pariaman ingin mendorong lahirnya generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepercayaan diri, kreativitas, dan kemampuan sosial yang kuat sebagai bekal menghadapi masa depan.(*)
Editor : Hendra Efison