Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

61 Peserta dari Delapan Negara Ikuti International Summer Course Biologi Unand

Tandri Eka Putra • Senin, 15 Juni 2026 | 10:55 WIB
SUMMER COURSE: Peserta International Summer Course Departemen Biologi Universitas Andalas berfoto bersama saat kegiatan lapangan di Sumatera Barat. Program ini diikuti 61 peserta dari delapan negara. (Dok.Unand)
SUMMER COURSE: Peserta International Summer Course Departemen Biologi Universitas Andalas berfoto bersama saat kegiatan lapangan di Sumatera Barat. Program ini diikuti 61 peserta dari delapan negara. (Dok.Unand)

 

PADEK.JAWAPOS.COM-Departemen Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Andalas sukses menyelenggarakan International Summer Course bertajuk "Integrated Tropical Forest Biodiversity Assessment" yang berlangsung pada 25 Mei hingga 12 Juni 2026. Kegiatan ini diikuti 61 peserta yang terdiri atas mahasiswa, peneliti, dan akademisi dari delapan negara di Asia.

Program yang digelar secara blended learning tersebut mengombinasikan pembelajaran daring dengan kegiatan lapangan di Sumatera Barat. International Summer Course ini juga melibatkan 11 universitas sebagai mitra dalam mendukung penguatan kolaborasi internasional di bidang biodiversitas tropis.

Selama kegiatan berlangsung, peserta mengikuti berbagai kuliah dan diskusi yang menghadirkan narasumber dari Indonesia, Malaysia, Laos, dan India. Sejumlah materi yang dibahas meliputi biodiversitas tropis, metode inventarisasi dan penilaian keanekaragaman hayati, hingga pengelolaan koleksi ilmiah.

Peserta juga mendapatkan pengalaman praktik lapangan di Hutan Pendidikan dan Penelitian Biologi (HPPB) Universitas Andalas. Dalam kegiatan tersebut, mereka mempelajari teknik survei biodiversitas tumbuhan dan hewan, dokumentasi spesimen, pembuatan herbarium, serta tata kelola koleksi ilmiah yang menjadi bagian penting dalam penelitian dan konservasi sumber daya hayati.

Salah satu agenda yang menjadi perhatian peserta adalah kunjungan lapangan ke kawasan Ampiang Parak, Kabupaten Pesisir Selatan. Pada kegiatan itu, peserta terlibat langsung dalam berbagai aksi konservasi, seperti penanaman bibit mangrove, pemberian nama pada tumbuhan, serta pelepasan tukik ke habitat alaminya.

Kegiatan tersebut memberikan pengalaman nyata mengenai pentingnya keterlibatan masyarakat serta kolaborasi internasional dalam menjaga kelestarian ekosistem pesisir dan perlindungan satwa liar.

Ketua Penyelenggara, Prof. Dr. Solfiyeni, mengatakan program ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kapasitas akademik peserta, tetapi juga memperkuat jejaring kerja sama antaruniversitas.

"Selain meningkatkan kapasitas akademik peserta, program ini juga menjadi sarana pertukaran budaya dan penguatan jejaring internasional antaruniversitas. Interaksi yang terjalin selama kegiatan membuka peluang kerja sama di bidang pendidikan, penelitian, dan konservasi keanekaragaman hayati di masa mendatang," ujarnya.

Ketua Departemen Biologi Universitas Andalas, Prof. Dr. Henny Herwina, menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, narasumber, panitia, serta institusi mitra yang telah berkontribusi menyukseskan kegiatan tersebut.

Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan International Summer Course 2026 menunjukkan komitmen Universitas Andalas dalam memperkuat internasionalisasi pendidikan tinggi serta mengembangkan kolaborasi global di bidang biodiversitas dan konservasi lingkungan.

Sementara itu, Rektor Universitas Andalas melalui Wakil Rektor IV, Prof. Dr. Henmaidi, menilai program tersebut memberikan manfaat besar dalam meningkatkan pemahaman peserta terhadap pentingnya pelestarian keanekaragaman hayati.

"Melalui kombinasi pembelajaran akademik, pengalaman lapangan, dan aksi konservasi nyata, program ini tidak hanya memberikan wawasan ilmiah kepada peserta, tetapi juga menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga keanekaragaman hayati dan keberlanjutan lingkungan," katanya.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, SDG 14 tentang Ekosistem Laut, SDG 15 tentang Ekosistem Daratan, serta SDG 17 mengenai Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

International Summer Course ini didukung oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) atas nama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui Program EQUITY berdasarkan kontrak kerja sama antara LPDP dan Universitas Andalas.

Keberhasilan pelaksanaan kegiatan ini diharapkan dapat memperluas jejaring internasional Universitas Andalas sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam mendukung penelitian, pendidikan, dan aksi konservasi demi keberlanjutan lingkungan di masa depan.(rel)

Editor : Novitri Selvia
#HPPB #Prof. Dr. Solfiyeni #Biologi Unand #Summer Course