Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Upertis Padang Sosialisasikan Penerapan SDKI, SIKI dan SLKI di Puskesmas Salido

Hendra Efison • Jumat, 3 Februari 2023 | 10:02 WIB
Photo
Photo
Prodi Pendidikan Ners, Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Perintis Indonesia (Upertis) telah melakukan pengabdian masyarakat tentang Penerapan SDKI (Standart Diagnosis Keperawatan Indonesia), SLKI (Standart Luaran keperawatan Indonesia), dan SIKI (Standart Intervensi Keperawatan Indonesia) pada perawat di Puskesmas Salido.

“Berdasarkan hasil wawancara dengan Kepala Puskesmas dan beberapa perawat, mereka mengatakan bahwa belum ada perawat yang menerapkan pendokumentasian 3S (SDKI, SIKI dan SLKI), karena perawat banyak yang belum memahami dan mengetahui terkait 3S tersebut. Begitu juga dengan hasil kuisoner yang diberikan dapatkan juga 100% perawat belum menerapkan pendokumentasian 3S,” ungkap Ketua Tim Pengabdian Masyarakat dari Upertis Padang, Ns Dia Resti DND MKep, Jumat (3/1/2023).

Berdasarkan fakta tersebut, kata Dia Resti, maka tim pengabmas melakukan sosialisasi Penerapan SDKI, SIKI dan SLKI dengan tujuan untuk meningkatkan mutu pelayanan khususnya dalam asuhan keperawatan.

“Kegiatan pengabmas ini dilakukan di Puskesmas Salido pada tanggal 11 November 2022 lalu, dengan jumlah peserta yang hadir 15 orang. Diharapkan ada peningkatan mutu pelayanan sehingga meningkat pula kepuasan pada pasien dan keluarganya,” ujarnya.

Anggota Tim Pengabmas Upertis yang mengikuti kegiatan itu yakni Def Primal SKep MBiomed, dan tiga orang mahasiswa Prodi Pendidikan Ners.

Ditambahkan oleh Def Primal bahwa kualitas perawatan pasien yang baik, bagi penelitian keperawatan dan pendidikan, memerlukan proses dokumentasi keperawatan yang baik pula. “Tindakan keperawatan yang tidak didokumentasikan dengan baik, dapat menyebabkan dampak negatif pada perawatan kesehatan pasien dan dapat merugikan pasien,” ujar Def.

Jadi, dokumentasi keperawatan yang tidak lengkap, tidak hanya berhubungan dengan pelayanan yang kurang optimal, namun pemberi pelayanan kesehatan akan dituntut atas kesalahan dalam pelaksanaan dokumentasi.

Namun Def tak menampik bahwa faktor yang mempengaruhi pelaksanaan dokumentasi yang kurang optimal adalah, waktu yang pendek, pasien yang banyak, tidak ada format, serta tidak ada tempat untuk melakukan dokumentasi.

“Jadi inilah tantangan pada pelaksanaan dokumentasi adalah kurangnya perawat, pengetahuan yang kurang tentang pentingnya dokumentasi, banyaknya jumlah pasien, tidak adanya pelatihan, dan tidak adanya dukungan dari kepala ruangan,” ujarnya.

Mutu pelayanan keperawatan merupakan penampilan atau kinerja yang menunjuk pada tingkat kesempurnaan pelayanan keperawatan yang di satu pihak dapat menimbulkan kepuasan pada setiap pasien.

Adapun indikator kepuasan pelayanan keperawatan bagi pasien, yaitu pendekatan dan sikap perawat, emosi pasien saat kunjungan pertama, kualitas informasi, proses kontrak masa tunggu dan sarana publik yang tersedia sehingga baik buruknya pelayanan keperawatan dapat dilihat dari pelayanan keperawatan yang diberikan petugas rumah sakit terhadap respons masyarakat.

Sosialisasi SDKI, SIKI dan SLKI yang diberikan Upertis Padang itu diharapkan pendokumentasian yang kurang berkualitas tidak terjadi lagi Puskesmas Salido. (*) Editor : Hendra Efison
#SIKI dan SLKI #Puskesmas Salido #Upertis Padang #Fakultas Ilmu Kesehatan #Sosialisasi SDKI