Kejadian bermula saat korban hendak menyeberangi sungai sepulang dari ladang pada Selasa (14/1/2025) sekitar pukul 16.30 WIB.
Berdasarkan informasi yang diterima, korban yang beralamat di Kampung Pasar Melintang, Nagari Sungai, mengalami musibah ketika debit air sungai tiba-tiba meningkat saat ia berusaha menyeberang.
Masyarakat setempat telah melakukan upaya pencarian, namun hingga saat ini korban belum berhasil ditemukan.
Menanggapi laporan yang masuk pada Rabu (15/1/2025) pukul 08.32 WIB, Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kelas A Padang segera mengambil tindakan dengan mengerahkan Tim Unit Siaga SAR Pesisir Selatan.
“Sebanyak lima personil telah diberangkatkan pada pukul 08.50 WIB untuk melakukan operasi pencarian,” kata Kepala Seksi Operasi Kantor SAR Kelas A Padang, Hendri.
Berdasarkan data pengukuran, lokasi kejadian berjarak sekitar 268 kilometer melalui jalur darat dari Kantor SAR Padang, dengan estimasi waktu tempuh sekitar tujuh jam.
Sementara itu, dari Unit Siaga SAR Pesisir Selatan, lokasi dapat ditempuh dalam waktu sekitar tiga jam dengan jarak darat sekitar 120 kilometer.
Titik koordinat kejadian berada pada posisi 2°21'28.83"S - 101°8'41.49"E. Pihak SAR telah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pesisir Selatan untuk mengoptimalkan upaya pencarian korban.
“Kami telah mengerahkan tim Unit Siaga SAR Pesisir Selatan dan melakukan koordinasi dengan BPBD setempat. Upaya pencarian akan terus dilakukan hingga korban ditemukan,” terang Hendri.
Operasi pencarian dan pertolongan ini dikategorikan sebagai Kondisi Membahayakan Manusia (KMM). Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk selalu waspada, terutama saat menyeberangi sungai di musim hujan karena debit air dapat meningkat secara tiba-tiba. (*)
Editor : Adetio Purtama