Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Pasokan Lancar, Harga Cabai Turun di Pessel

Yulicef Anthony • Jumat, 31 Januari 2025 | 12:15 WIB

BERANGSUR TURUN: Salah seorang petani cabai di Kabupaten Pessel saat panen beberapa waktu lalu.(YONI SYAFRIZAL/PADEK)
BERANGSUR TURUN: Salah seorang petani cabai di Kabupaten Pessel saat panen beberapa waktu lalu.(YONI SYAFRIZAL/PADEK)

PADEK.JAWAPOS.COM-Sempat menembus harga Rp 80 ribu per kilogram selama dua pekan, harga komoditi cabai merah di Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) kembali turun menjadi Rp 60 ribu per kilogram.

Penurunan harga tersebut disambut bahagia oleh kalangan ibu rumah tangga di daerah itu, dan berharap harga tersebut bisa terus menurun hingga memasuki bulan Ramadhan nanti.

Elmi Rostin 45, ibu rumah tangga di Nagari Painan Timur kepada Padang Ekspres kemarin (30/1) mengatakan sebagai ibu rumah tangga dia memang berharap harga kebutuhan dapur jenis cabai merah tersebut bisa terus turun hingga pada harga yang terjangkau.

“Sebelumnya kami sebagai ibu rumah tangga memang sempat khawatir harga cabai merah ini akan terus melonjak hingga memasuki bulan Ramadhan nanti. Namun kecemasan itu tidak terjadi, sebab sekarang harganya sudah turun menjadi Rp 60 ribu per kilogram dari Rp 80 ribu. Harapan kami harga ini bisa terus turun sebagaimana awal Januari lalu,” katanya.

Harapan itu dia sampaikan karena kebutuhan cabai merah memang tidak bisa di kesampingkan, di tengah desakan berbagai kebutuhan lainnya dalam rumah tangga.

Gusnandar 40, pedagang cabai di Pasar Sago, Kecamatan IV Jurai menjelaskan mulai turunnya harga cabai merah karena pasokan dari luar daerah sudah kembali mulai lancar.

“Memang saat ini produksi atau panen cabai petani lokal menurun, namun pasokan dari luar daerah sudah mulai lancar. Makanya harga cabai merah kembali mulai turun. Untuk saat ini harga cabai merah asal Kerinci kami jual Rp 60 ribu per kilogram. Perbedaan harga antara cabai Jawa paling hanya Rp 2 ribu, demikian juga dengan cabai lokal,” jelasnya.

Sebagai pedagang, ia juga berharap harga ini bisa berada pada posisi terjangkau oleh konsumen dengan kisaran antara Rp 30 ribu hingga Rp 35 ribu per kilogram. Sebab dengan harga terjangkau itu, ia juga bisa mendapatkan omzet lebih lumayan.

Kepala Dinas Perikanan dan Pangan Pessel, Firdaus mengatakan pihaknya melalui petugas terus melakukan pantauan berbagai komoditas di lapangan, termasuk juga cabai merah.

“Kenaikan dan penurunan harga sayuran termasuk cabai merah ini memang tergantung pada ketersediaan pasokan. Ketersediaan pasokan ini tidak saja dari hasil panen petani lokal, tapi juga dari kiriman pedagang grosir dari luar daerah seperti Kerinci dan Jawa,” katanya.

Dia berharap cabai merah bisa tetap terpenuhi di pasaran agar tidak terjadi kelangkaan yang berujung dengan melonjaknya harga.

“Kita berharap harga komoditi cabai merah ini bisa kembali stabil dengan harga terjangkau. Sebab jika terlalu murah, akan membuat petani menjerit pula,” timpalnya.

Masih Bertahan Rp 60 Ribu per Kg

Sementara itu, harga cabai merah di Kabupaten Sijunjung masih bertahan di level Rp 60 ribu per kilogram, Kamis (30/1).

“Harga cabai naik sejak sebulan terakhir dan kondisinya terus berfluktuatif. Tidak tertutup kemungkinan beberapa hari ke depan bisa naik lagi. Kami selaku ibu rumah tangga merasa terbebani,” keluh Mita Anggraini, 42, seorang ibu rumah tangga di Perumahan Ipuh Permai, Nagari Muaro, Kamis (30/1).

Saat ini, sebutnya, harga cabai secara eceran di pasaran adalah Rp 60 ribu per kg, atau sedikit turun dibanding sepekan lalu yang mencapai Rp 80 ribu per kg.

Pantauan Padang Ekspres di Pasar Sijunjung Kecamatan Sijunjung, Kamis (30/1), terlihat aktivitas penjualan cabai merah (lokal) berlangsung normal.

Konsumen membeli dengan jumlah banyak hingga eceran (kiloan) untuk kebutuhan harian yang dinominasi kalangan ibu-ibu rumah tangga.

Muslim, 53, salah seorang pedagang cabai menyebut, naiknya harga cabai merah berlangsung sejak sebulan terakhir. Saat ini, harga cabai merah kualitas bagus dijual Rp 60 ribu per kg.

Muslim menjelaskan, tingginya modal yang harus dikeluarkan memaksa para pedagang menjual sesuai harga pasar. Untuk menyiasati kondisi ini, dia kini membatasi pembelian stok dari agen supplier.

“Kami hanya membeli stok untuk kebutuhan penjualan satu hingga dua hari. Setelah itu baru mengambil stok baru lagi,” jelasnya.
Menurut Muslim, modal yang harus dikeluarkan pedagang untuk membeli dari supplier saat ini mencapai Rp 55 ribu per kilogram. “Untuk mendapatkan potongan harga, minimal harus membeli dua karung,” tambahnya.

Pembatasan stok dilakukan demi mengantisipasi risiko kerugian. Terutama untuk jenis cabai lokal, karena dalam tiga hari tidak terjual bisa rusak. Namun cabai lokal secara kualitas agak lebih baik (lebih pedas, dan tahan lama) hingga banyak diserbu konsumen.

Kepala Disperinkop Kabupaten Sijunjung, Yulizar menuturkan, pihaknya masih terus melakukan pemantauan harga pasaran berbagai jenis bahan kebutuhan pokok di pasar-pasar tradisional dan tempat penjualan lainnya. Termasuk cabai merah yang harganya mengalami kenaikan.

Lonjakan harga barang kebutuhan harian dikarenakan jumlah pasokan dari daerah penghasil menurun, serta juga bertepatan dengan momen tahun baru 2025. Selain cabai merah dikhawatirkan harga komoditi lainnya berpotensi naik.

“Kebutuhan masyarakat saat ini memang mengalami peningkatan, sementara ketersediaan stok terbatas. Akibatnya, harga bergerak naik,” imbuh Yulizar. (yon/atn)

Editor : Novitri Selvia
#Dinas Perikanan dan Pangan Pessel #harga cabai anjlok #pasar sago #Nagari Painan Timur #cabai merah