PADEK.JAWAPOS.COM-Festival Langkisau Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) tahun 2025 yang dibuka Senin (14/4) oleh Bupati Pessel, Hendrajoni, di Panggung utama Pantai Carocok Painan berlangsung meriah.
Pembukaan Festival Langkisau tersebut dihadiri Anggota Komisi VIII DPR RI, Lisda Hendrajoni, yang juga merupakan ketua TP-PKK Pessel, Wakil Bupati Pessel, Risnaldi Ibrahim, beserta istri, Ny Rina Risnaldi, Ketua DPRD Pessel, Darmansyah, Sekkab Pessel, Mawardi Roska, Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Pessel, Suhendri, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pessel, Salim Muhaimin, Anggota Forkopimda Pessel, para ninik mamak, bundo kanduang, tokoh masyarakat, pelaku seni, dan pejawab eselon II dan III lainnya di jajaran Pemkab Pesisir Selatan.
Event tahunan yang sudah mengagenda sejak tahun 2003 yang sempat vakum selama beberapa tahun itu, diawali dengan pelepasan atraksi pawai budaya dari 15 kecamatan di halaman kantor Bupati Pessel, menuju panggung utama Pantai Carocok Painan, dan dilanjutkan dengan makan bajamba.
Bupati Pessel, Hendrajoni, dalam sambutannya saat membuka kegiatan itu menyampaikan terimakasih kepada semua tamu undangan, serta juga mengucapkan syukur kepada Allah SWT, karena kegiatan yang juga menjadi bagian dari Rangkaian Peringatan Hari Jadi Kabupaten (HJK) Pesisir Selatan ke 77 itu, dapat berlangsung dengan meriah.
Dikatakannya bahwa Festival Langkisau bukan sekedar perayaan atau hiburan semata.
"Namun merupakan manifestasi dari semangat kebersamaan, pelestarian budaya, dan pemberdayaan potensi lokal yang kita miliki. Kita berharap melalui event tahunan yang sudah mengagenda sejak tahun 2003, dan sempat vakum selama beberapa tahun ini, kita bisa mempromosikan potensi pariwisata agar kunjungan masyarakat baik dalam maupun mancanegara semakin meningkat ke Pesisir Selatan," katanya.
Dalam kesempatan itu Bupati Hendrajoni menyambut baik Festival Langkisau tahun 2025, yang mengusung tema perpaduan antara seni, budaya, olahraga tradisional, dan partisipasi UMKM tersebut.
"Kegiatan ini kita diharapkan mampu menjadi magnet wisata, sekaligus pemantik semangat masyarakat dalam membangun daerah," harapnya.
Hal itu disampaikannya karena Festival Langkisau tahun 2025 ini akan menampilkan berbagai agenda menarik. Diantaranya, pawai budaya, prosesi bajamba, festival babiola, festival tari tradisional, dan lomba selaju sampan yang merupakan kearifan lokal masyarakat Pesisir Selatan.
"Selain menampilkan warisan budaya, festival ini juga menjadi sarana penguatan jati diri dan identitas daerah," jelasnya.
Ditambahkan lagi bahwa Pemkab Pessel berkomitmen untuk terus mendukung event-event seperti itu sebagai bagian dari strategi pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
"Kami menyadari kebangkitan pariwisata tidak akan tercapai tanpa sinergi antara pemerintah, pelaku seni, pelaku usaha, dan seluruh lapisan masyarakat, dari itu saya mengajak kita semua untuk menjadikan festival langkisau sebagai momentum kebangkitan, dan tempat kita menampilkan kreativitas, potensi lokal, dan semangat gotong royong. Mari kita tunjukkan bahwa Pesisir Selatan adalah daerah yang kaya budaya, indah alamnya, ramah masyarakatnya, dan kuat tekadnya untuk maju," ungkapnya.
Baca Juga: Lazio dan Roma Berbagi Angka di Derby della Capitale, Matias Soule Jadi Penyelamat Giallorossi
Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Pessel, Suhendri, dalam kesempatan itu juga menyampaikan bahwa Festival Langkisau tahun 2025 memiliki berbagai agenda yang mengkolaborasikan antara Dinas Pariwisata dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pesisir Selatan.
"Beberapa rangkaian dalam kegiatan Festival Langkisau ini, diawali dengan pawai budaya, yang dilanjutkan dengan launching Festival Babiola sebagai kesenian tradisional lokal Pesisir Selatan yang akan menjadi ekstrakurikuler wajib bagi anak sekolah di Pesisir Selatan nantinya," jelas Suhendri.
Dia juga berharap semoga upaya itu menjadi titik awal untuk melahirkan generasi yang cinta budaya, bangga menjadi anak nagari, serta berkontribusi aktif dalam membangun daerah.
"Setelah pembukaan ini, Festival Langkisau akan dimeriahkan dengan beberapa agenda kegiatan seperti, atraksi pawai budaya, festival babiola, festival tari tradisional, dan lomba selaju sampan. Semua kegiatan ini akan dipusatkan di kawasan Wisata Pantai Carocok Painan hingga tanggal 19 April 2025 mendatang," jelasnya.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pessel, Salim Muhaimin, menambahkan bahwa kegiatan tersebut juga bertujuan untuk memperkenalkan berbagai ragam seni budaya Sumatera Barat, khususnya yang ada di Pesisir Selatan.
"Sehingga nantinya kita dapat menginventarisasi seni dan budaya yang ada di nagari, kecamatan dan kabupaten secara umumnya sebagai daerah yang kaya dengan seni dan budaya. Kegiatan ini juga sebagai sarana pembinaan generasi muda untuk mewariskan, melestarikan dan mengembangkan nilai-nilai budaya. Serta juga ajang kreatifitas dan aktifitas para pelaku seni budaya daerah sebagai sarana rekreasi dan hiburan bagi masyarakat," timpalnya. (yon)
Editor : Novitri Selvia